KOTA BEKASI, Mediakarya – Memasuki puasa ramadhan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengantisipasi keberadaan pasar tumpah di sejumlah lokasi dengan menyiagakan anggotanya di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar menuturkan, memasuki puasa ramadhan di hari pertama, pihaknya sudah melakukan evaluasi terkait antisipasi pasar tumpah yang bisa mengganggu lalu-lintas di lokasi tersebut.
“Sejak pagi tadi, anggota sudah kami siagakan di lokasi yang diprediksi terjadi pasar tumpahnya dan evaluasi sore ini sudah kami lakukan bersama seluruh jajaran,” tegas Zeno, Kamis (19/2/2026).
Lanjut Zeno menjelaskan, sebelumnya, Menteri LH bersama dengan Wali Kota, Satpol PP, Dishub dan Dinas LH Kota Bekasi sudah melakukan aksi K3 di Pasar Baru Kota Bekasi sebagai upaya untuk menjaga lokasi jalan agar tetap bersih, baik dari pedagang maupun sampah.
“Kami juga sudah melakukan antisipasinya dengan melakukan K3 bersama bapak Menteri LH, Wali Kota, Dishub, Satpol PP hingga Dinas LH untuk mengantisipai pasar tumpahnya,” jelasnya.
Zeno mengatakan, hal ini gencar mereka lakukan karena keberadaan pasar tumpah bisa mengganggu kelancaran lalu-lintas di lokasi tersebut, ditambah lagi Kota Bekasi merupakan jalur yang dilintasi oleh pemudik, maka sejak jauh-jauh hari sudah kami antisipasi.
“Kota Bekasi ini kan lokasi jalur mudik, jadi kami antisipasi sejak jauh-jauh hari pasar tumpahnya,” ungkapnya lebih jauh.
Selain menyiagakan personilnya disejumlah lokasi yang diprediksi menjadi lokasi pasar tumpah, seperti di Pasar Baru Kota Bekasi, Pasar Kranji dan Pasar Pondokgede, Dishub Kota Bekasi juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait kelancaran lalu-lintasnya dengan membersihkan sampah hingga pembongkaran reklame yang dianggap mengganggu estetika, agar tidak terjadi hambatan lalu-lintasnya.
“Sejumlah pihak sudah kami koordinasikan untuk menjaga kelancaran lalinnya. Karena seperti di Pasar Baru Kota Bekasi, kami akan sekuat tenaga untuk menjaga fungsi jalannya dipergunakan sebagaimana mestinya, bukan sebaliknya karena hal ini juga berkaitan dengan angkutan lebaran dan kelancaran jalan di lokasi,” katanya.
Zeno juga mengakui tidak menutup kemungkinan akan adanya rekayasa lalu-lintas disejumlah jalan di Kota Bekasi, mengingat sejumlah jalan yang ada saat ini merupakan lokasi favorit pemudik untuk melintas ke lokasi atau daerah asal mereka.
“Rekayasa lalinnya tidak menutup kemungkinan kami adakan, mengingat jalan yang dilalui mereka favorit pemudik,” terangnya. (Gr)
