“Semua dana murni dari anggota. Tidak ada bantuan dari luar. Ini bentuk kemandirian warga untuk saling menopang dan menghindari jeratan utang berbunga tinggi,” jelas Eny.
Festival Bongkar Celengan tidak hanya menjadi ajang pembagian tabungan, tetapi juga simbol kekuatan gotong royong warga miskin kota dalam membangun sistem ekonomi alternatif. Di tengah tekanan hidup perkotaan, solidaritas menjadi modal utama untuk bertahan dan berkembang bersama. (eng)
