“Lulusan SMK tidak cukup hanya memiliki keterampilan kerja. Mereka harus adaptif terhadap perubahan industri, melek finansial, dan mampu memanfaatkan AI secara kreatif agar memiliki daya saing berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Program ini diinisiasi oleh Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi dan Energi (FTEN) ITPLN sebagai respons atas tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK yang per Agustus 2025 tercatat sekitar 8,63 persen—tertinggi dibanding jenjang pendidikan lainnya.
Menurut Agus, angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, terutama di tengah percepatan transformasi digital serta meningkatnya kebutuhan talenta yang menguasai teknologi, kreativitas, dan literasi keuangan.
Materi Finansial hingga Creative AI
Pada sesi literasi keuangan, siswa dibekali pemahaman tentang perencanaan keuangan, pengelolaan anggaran pribadi, strategi menabung dan investasi dasar, hingga kewaspadaan terhadap risiko finansial di era digital seperti pinjaman online ilegal dan judi online.
