Menanggapi hal tersebut, Kaprodi Magister S2 Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Bekasi, Harun Alrasyid mengatakan, aksi vandalisme yang terjadi di Kota Bekasi saat ini terjadi karena beberapa hal, diantaranya kurangnya ruang kreativitas bagi mereka untuk menyalurkan minat serta bakat yang dimiliki atau sebagai bentuk protes atas kebijakan yang dilahirkan di Kota Bekasi itu sendiri.
“Vandalisme itu ada beberapa jenisnya. Dan di Kota Bekasi aksi vandalisme berupa corat coret menjadi salah satu bentuk luapan pengekspresian akan hobi yang mereka miliki, namun minim ruang penyaluran atau wadahnya. Oleh karena itu, Pemkot Bekasi perlu menyediakan lokasi khusus bagi mereka untuk berekspresi, minimal menyediakan dinding kreativitas,” tegas Harun saat dihubungi, Senin (23/2/2026).
Lanjut Harun mengatakan, vandalisme sendiri bisa terjadi karena faktor lingkungan dimana tidak adanya pengawasan perilaku vandalisme tersebut oleh masyarakatnya sendiri maupun pemerintah.
