“Ada makna dari pemasangan lampion berwarna merah, dimana hal ini melambangkan kemakmuran. Jadi, ada cahaya penerang dalam kehidupan yang bisa membawa penerang kedepannya dan bisa diseleraskan dengan ajaran Buddha itu sendiri,” papar Benny.
Selain itu, pada perayaan Imlek tersebut, banyak doa yang dipanjatkan oleh umat Buddha baik bagi Kota Bekasi maupun umat Buddha itu sendiri.
“Banyak doa yang kami panjatkan pada malam puncak Imleknya, dimana UMKM, kesehatan meningkat, perbaikan ekonomi, dan lain sebagainya agar bisa lebih meningkat,” tuturnya.
Dirinya juga menjelaskan, selain memanjatkan doa, ada sejumlah kegiatan dalam menyambut Imleknya, seperti memandikan patung dewa dan altar sembahyang hingga bersih-bersih dan menghias Klenteng Hok Lay Kiong.
