- Apa dokumen kajian teknis yang menjadi dasar pergantian total dari sistem operasi terbuka ke Chrome OS? Siapa penyusunnya, dan apakah independensinya terjamin?
- Bagaimana proses rapat dan keputusan hingga CDM yang mahal itu menjadi kewajiban mutlak? Siapa yang mengusulkan, dan apa argumentasi lawan yang disampaikan (jika ada)?
- Dapatkah dilacak komunikasi antara pejabat kementerian, pra dan pasca jabatan, dengan perwakilan Google? Pertemuan apa saja yang terjadi sebelum proyek ini lahir?
- Bagaimana memetakan seluruh aliran keuntungan, dari pembayaran lisensi ke Google, margin mitra lokal, hingga peningkatan valuasi korporasi terkait?
Kejaksaan Agung harus berani mengubah strategi pembuktian. Jangan terjebak bermain di gelanggang “pencarian uang haram” yang diinginkan pihak pembela. Ajak seluruh penonton sidang, dan publik, untuk melihat gelanggang yang sesungguhnya, yakni gelanggang rekayasa kebijakan, penguatan monopoli, dan transformasi uang rakyat menjadi rente korporasi jangka panjang.
Korupsi masa kini adalah permainan catur tingkat tinggi, bukan judi kartu remi. Lawan tidak akan menyerahkan bidak utamanya dengan mudah. Mereka akan bersembunyi di balik jargon “inovasi”, “digitalisasi”, dan “efisiensi”.
Tugas kita adalah membongkar papan catur itu, dan menunjukkan kepada publik bahwa dalam permainan senilai triliunan rupiah ini, yang dipertaruhkan bukan lagi sekantung uang, melainkan kedaulatan kita untuk mengambil keputusan terbaik bagi masa depan anak bangsa, tanpa dibayang-bayangi kepentingan raksasa teknologi mana pun!
Kebenaran tidak lagi cukup dengan mengatakan “tidak”. Ia harus dibuktikan dengan menunjukkan “kenapa” dan “untuk siapa”.
