Maknai Ramadhan, Ratusan Siswa SMA KORPRI Bekasi Khataman Al-Qur’an

Ratusan siswa SMA KORPRI Bekasi sejak Kamis (26/2/2026) hingga Jumat (27/2/2026),

KOTA BEKASI, Mediakarya – Ratusan siswa SMA KORPRI Bekasi sejak Kamis (26/2/2026) hingga Jumat (27/2/2026), mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an. Kegiatan khataman Al-Qur’an tersebut, merupakan salah satu program sekolah setiap pelaksanaan pesantren kilat (Sanlat) di bulan suci ramadhan.

Kepala SMA KORPRI Bekasi, Hery Sujiyanto mengatakan, khataman Al-Qur’an tersebut selalu rutin dilaksanakan setiap tahun ketika memasuki bulan ramadhan.

“Khataman ini dilakukan sebagai wujud kecintaan siswa terhadap kitab sucinya sendiri,” tutur Heri, Jumat (27/2/2026).

Hery juga menjelaskan, bukan hanya membaca Al-Qur’an saja, para siswa juga diminta untuk mendalami arti serta makna setiap ayat yang dibacanya.

“Siswa juga mendalami setiap makna ayat Al-Qur’an yang dibacanya melalui ucapan dengan perkataan, diyakini dalam hati dan diamalkan melalui perbuatan,” tegasnya.

Sambung Hery, untuk mekanisme khataman Al-Qur’an ya sendiri, siswa dibagi per kelompok. Dimana setiap kelompok diberikan masing-masing tugas untuk membaca 1 juz Al-Qur’an secara bergantian.

“Siswa dibagi per kelompok, dimana untuk satu kelompok terdapat 5-6 siswa. Dan mereka membaca 1 juz Al-Qur’an secara bergantian,” singkatnya.

Terpisah, Staf Humas SMA KORPRI Bekasi, Tofik menuturkan, bahwa khataman Al-Qur’an yang dilakukan siswanya tersebut sebagai bentuk membudayakan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, sehingga siswa bisa membiasakan diri untuk menggali beragam informasi, baik ilmu pengetahuan hingga agama dari Al-Qur’an tersebut.

“Kami ingin siswa membiasakan diri kitab suci Al-Qur’an yang mereka miliki hingga kepada menggali ragam informasi dan.ilmu pengetahuan yang ada di dalamnya,” kata Tofik tegas.

Selian itu, jelas Tofik, kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan ramadhan tersebut, sebagai salah satu pembentukan karakter dan benteng bagi siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat seperti saat ini.

“Kegiatan rutin ini juga sebagai salah satu upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa sekaligus sebagai benteng terhadap budaya atau arus informasi yang mengarah ke hal-hal yang berbau negatif di era perkembangan teknologi seperti saat ini,” pungkas Tofik.

Di akhir kegiatan pesantren ramadhan, juga dilakukan doa bersama bagi siswa kelas 12 yang akan menghadapi ujian kelulusan sekolah dalam waktu dekat ini, agar proses ujian yang dilalui bisa berjalan dengan baik dan lancar serta menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Exit mobile version