Menkes Formalkan Pembentukan Dana Persiapan Pandemi Global

- Editor

Senin, 6 Juni 2022 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK, Mediakarya – Kementerian Kesehatan merencanakan untuk memformalkan pembentukan dana persiapan pandemi dalam rangka membangun ketahanan sistem kesehatan global. Dana tersebut nantinya akan di bawah Bank Dunia.

“Jadi kalau ada pandemi lagi ke depannya harus ada cadangan dananya,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers di sela agenda Health Working Group di Lombok, NTB, Senin (6/6/2022). Sebagai pemimpin dalam pertemuan Health Working Group itu, ia mengemukakan, akan berfokus pada tiga hal utama dalam membangun ketahanan sistem kesehatan global, yakni mobilisasi sumber daya keuangan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.

Begitu dana tersebut sudah terbentuk, kata dia, harus mencari cara bagaimana dana itu bisa digunakan untuk mengakses obat-obatan, vaksin, dan alat tes pandemi. Fokus kedua, yakni mobilisasi sumber daya kesehatan esensial untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.

“Harus dibangun struktur dan mekanisme untuk memobilisasi sumber daya secara cepat dan adil sehingga tindakan medis darurat dapat diakses oleh semua negara saat krisis kesehatan terjadi, baik saat ini maupun jika terjadi ancaman kesehatan lain di masa mendatang,” katanya.

Usulan itu, lanjut dia, telah didukung sepenuhnya oleh negara-negara seperti Italia, China, Argentina, Korea, dan Uni Eropa. Negara seperti Amerika Serikat, India, Prancis, dan Afrika Selatan juga mendukung dengan sejumlah rekomendasi seperti mekanisme pembiayaan yang lebih detail dan penekanan pada pentingnya keadilan akses pada tindakan medis esensial.

Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan Access to Covid-19 Tools (ACT) Accelerator yang diluncurkan pada April 2020 oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan para partner, menjadi wadah kolaborasi global yang inovatif. “Perlu mengonsolidasikan dan memastikan model saat ini dapat diubah menjadi pendekatan yang lebih permanen, global, dan inklusif,” tuturnya.

Fokus ketiga, yakni optimalisasi pengawasan genomik dan penguatan mekanisme berbagi data terpercaya untuk memberikan insentif bagi kesehatan masyarakat global yang kuat. Dia mengatakan dengan menggunakan platform berbagi data universal (model GISAID+) memungkinkan semua negara G20 untuk berkomunikasi dan berbagi informasi dan data, tidak hanya untuk pandemi saat ini, tetapi juga pada patogen global lainnya yang memiliki potensi pandemi di masa depan.

Baca Juga:  Menkes: Stok Vaksin COVID-19 di Indonesia Tersedia Lima Juta Dosis

Dia mengatakan seluruh negara anggota juga mendukung usulan ini dengan beberapa rekomendasi dan klarifikasi agar tidak terjadi duplikasi pada upaya global. Selain itu, perlu lebih detail dalam hal aksesibilitas, keuntungan, dan dampak bagi negara-negara. Ia mengharapkan, dapat memperoleh persetujuan oleh seluruh negara anggota G20 untuk mengakui penggunaan GISAID sebagai platform universal.

“Kita mau memastikan ada persetujuan agar semua laboratorium di dunia bisa berbagi data patogen kalau ada pandemi berikutnya,” kata dia.

Dengan demikian, lanjut dia, kalau ada pandemi berikutnya di negara lain sudah ada mekanisme untuk melaporkan data genom sequence dari patogen yang diberikan dari negara tersebut. Genome itu bisa berupa virus, bakteri, parasite.

Budi mengharapkan pembentukan dana persiapan pandemi rampung pada September tahun ini. “Dana untuk pandemi selanjutnya itu sudah terbentuk mudah-mudahan nanti September bisa formal, itu nanti ada di bawah Bank Dunia,” ujar dia, dikutip dari republika.

Terkait dengan penggunaan dan distribusi dana tersebut, ia merekomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasalnya WHO yang lebih mengerti kondisi kesehatan secara global dan negara prioritas mana saja yang memerlukan pendanaan saat terjadi pandemi. “Kita di sini inginnya kalau bisa WHO yang lebih ke depan karena WHO yang ngerti negara-negara mana yang harus diprioritaskan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Menkes Budi juga mengusulkan untuk merangkul institusi-institusi dunia yang sebelumnya sudah sukses melakukan pendistribusian seperti vaksin. “Di pandemi sebelumnya banyak organisasi-organisasi dunia seperti di antaranya Global Fund, UNICEF, COVAX yang menguruskan distribusi vaksin ke seluruh dunia secara informal. Nah itu yang harus diformalkan,” ucapnya.

Lanjut dia, ketika nanti ada pandemi organisasi-organisasi dunia itu sudah lebih paham mekanisme pendistribusiannya dan menentukan negara-negara yang akan diberikan lebih dulu. Ia menyampaikan dana persiapan pandemi yang terkumpul saat ini mencapai sekitar satu miliar dolar AS (sekitar Rp 14,5 triliun dengan kurs Rp 14.500).

“Indonesia telah menyumbang 50 juta dolar AS (sekitar Rp 725 miliar),” ucapnya. Ia menambahkan dana yang terkumpul ditargetkan mencapai sebanyak 15-20 miliar dolar AS. Pendistribusiannya bisa melalui jalur organisasi dunia seperti GAVI dan UNICEF.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bos Charta Politika Ungkap Dipanggil Prabowo Lewat Seskab Teddy, Tolak Tawaran Jabatan
Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga
Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional
Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
Daksinapati UI: Topografi Hukum Berubah, Era Geng Solo Tak Kebal Hukum Berakhir
MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama
Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim
Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Bos Charta Politika Ungkap Dipanggil Prabowo Lewat Seskab Teddy, Tolak Tawaran Jabatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Daksinapati UI: Topografi Hukum Berubah, Era Geng Solo Tak Kebal Hukum Berakhir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:15 WIB

MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama

Berita Terbaru