Pilkada Kota Bekasi: Mantan Birokrat vs Putra Daerah

- Editor

Jumat, 27 September 2024 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, Mediakarya – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bekasi menarik untuk diikuti. Betapa tidak, pasca absennya dua punggawa politik Kota Bekasi yakni Rahmat Effendi dan Mochtar Muhamad dalam pertarungan politik, dari tiga pasangan kontestan pilkada tidak satupun tokoh yang menonjol.

Namun, dari tiga paslon pilkada Kota Bekasi, yakni Heri Koswara-Solihin, Tri Adhianto-Harris Bobihoe, dan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni, masing-masing berpeluang menang pada kontestasi politik mendatang.

Analis Politik Nusantara Sejahtera (PNS) Noor Fatah menilai, bahwa ketiga paslon pilkada Kota Bekasi memiliki kelemahan dan keunggulan.

Namun demikian, peluang dan potensi kemenangan ketiga paslon tersebut tergantung kemampuan tim sukses (tim ses) untuk memainkan strategi politiknya dalam menarik simpati publik.

Fatah mengungkapkan, meski Tri Adhianto merupakan incumbent, dan memiliki peluang besar dalam memenangkan pilkada, namun mantan Kadis Bina Marga Kota Bekasi ini dinilai memiliki resistensi yang cukup tinggi atas sejumlah persoalan dugaan korupsi yang telah dilaporkan oleh sejumlah kelompok masyarakat ke KPK dan Kejagung.

“Ini tentunya harus clear dulu. Pak Tri harus bisa menjawab sejumlah tudingan atas dugaan korupsi yang telah dilaporkan ke KPK dan Kejagung. Jangan sampai kasus ini jadi opini liar, dan publik menyimpulkan dengan asumsinya masing-masing. Jika ini tidak diklarifikasi oleh cakada itu sendiri, dikhawatirkan akan memunculkan stigma negatif dari masyarakat,” ujar Fatah kepada Mediakarya, Jumat (27/9/2024).

Selain itu, kata Fatah, paslon nomor urut 3,  Tri-Harris tidak mempresentasikan masyarakat Kota Bekasi. Sebab, jika belajar dari pilkada sebelumnya, pasangan cakada Kota Bekasi selalu melibatkan putra daerah. Namun keduanya tokoh dari luar Bekasi.

“Meski isu primordialisme sudah tidak relevan, tapi faktanya masyarakat Kota Bekasi masih bangga dengan daerahnya. Hal itu jika dilihat dari dialektika bahasa, masyarakat luar daerah mengaku nyaman dengan kultur Bekasi. Ini artinya budaya Betawi Bekasi masih kental. Jadi tak heran jika sebagian masyarakat Bekasi menginginkan kepala daerahnya itu asli putra Bekasi,” jelasnya.

Selajutnya kata Fatah, pasangan Heri Koswara-Solihin juga memiliki peluang yang dalam memenangkan pilkada Kota Bekasi. Mengingat keduanya dinilai lebih faham soal Kota Bekasi.

Baca Juga:  JAM Bekasi Bersatu Dukung Pasangan Herkos-Solihin

Dia menilai pasangan Herkos-Solihin lebih akomodatif, selain ada keterwakilan putra daerah (Heri Koswara), paslon nomor urut 1 ini dinilai dapat menjawab persoalan masyarakat Kota Bekasi.

Sedangkan Solihin sendiri merupakan keterwakilan dari masyarakat dari luar Bekasi sebagai pengusaha muda dan berhasil berkarier di politik.

Menurut Fatah baik itu Herkos maupun Solihin keduanya merupakan anggota dewan terpilih meski mereka saat ini keduanya telah mengundurkan diri lantaran mengikuti kontestasi pilkada.

“Artinya, paslon nomor urut satu ini paket komplit, karena diusung partai berbasis agamis dan didukung sejumlah partai nasionalis. Maka wajar jika masyarakat mengunggulkan pasangan Herkos-Solihin,” urai Fatah.

Kemudian pasangan nomor urut 2 Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni meskipun keduanya bukan berangkat dari partai politik, tapi kata Fatah, Uu-Nurul sudah memiliki jaringan akar rumput yang kuat.

“Kita tahu bahwa Uu diusung Golkar, dan perlu diingat bahwa partai berlambang pohon beringin ini basis massanya cukup kuat karena sebelumnya telah diwarisi oleh pendahulunya yakni pak Rahmat Effendi. Bahkan berdasarkan informasi, bahwa majunya pak Uu itu telah mendapat restu dari pak Rahmat,” kata Fatah.

Sementara, Nurul sendiri merupakan mantan Ketua KPU Kota Bekasi yang dinilai memiliki pengalaman strategi dalam memenangkan pilkada.

“Tapi sayangnya keduanya tidak bisa mempresentasikan masyarakat Kota Bekasi. Karena keduanya bukan putra atau putri daerah. Meski memiliki peluang menang namun timnya harus kerja keras,” katanya.

Namun kehadiran paslon nomor urut 2 itu tidak bisa dipandang sebelah mata, mengingat Uu merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang diprediksi memiliki jaringan yang cukup kuat melalui dunia pendidikan.

Lebih lanjut, Fatah mengungkapkan bahwa Pilkada kali ini merupakan adu strategi antara mantan birokrat dan politisi putra daerah. “Nah silahkan publik yang menilai dari tiga paslon itu. Mana yang terbaik buat memimpin Kota Bekasi dalam lima tahun kedepan,” pungkasnya. (Aep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir
Ratusan Miliar Rupiah Berhasil Diamankan, Kader Golkar Ini Ikut Terjaring OTT KPK

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:30 WIB

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WIB

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Rabu, 16 September 2026 - 20:56 WIB

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 11:08 WIB

FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Selasa, 15 September 2026 - 22:30 WIB

KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI

Berita Terbaru

Tim penyidik Kejaksaan Agung telah melaksanakan serangkaian tindakan hukum, meliputi penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk di beberapa kantor perusahaan yang diduga terlibat.  (Foto: Mame)

Hukum

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:07 WIB

Idrus Mony (Foto: HNN)

Opini

Negeri Para Bandit

Kamis, 17 Sep 2026 - 17:50 WIB