Kader PSI Sebut Jokowi Penuhi Syarat Jadi Nabi, Analis CPPSI: Pernyataan Yang Menjilat

- Editor

Kamis, 12 Juni 2025 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joko Widodo. (Ist)

Joko Widodo. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Analis Center for Public Policy Studies Indonesia (CPPSI) Yusuf Blegur menilai pernyataan Ketua Biro Kaderisasi dan ideologi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka, yang menyebut Jokowi sudah penuhi syarat jadi nabi, merupakan pendapat sesat dan menyesatkan.

Bahkan, kata Yusuf, statemen yang seperti itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang hanya memiliki tujuan-tujuan buruk baik dalam konteks kehidupan bernegara maupun beragama.

“Selain dalam Islam ada keyakinan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai nabi terakhir atau penutup bagi umat muslim, statemen Dedy juga mengandung unsur merendahkan kualifikasi seorang nabi yang dibandingkan dengan Jokowi,” ujar Yusuf kepada Mediakarya, Kamis (12/6/2025).

Yusuf juga menyebut bahwa pernyataan Dedy seperti “menjilat” kepada Jokowi di tengah memburuknya citra presiden ke-7 itu terkait dengan sederet kasus dugaan penyalahgunaan wewenangnya saat memimpin.

“Sedangkan orang dengan gangguan jiwa dan mabuk berat yang sesungguhnya sekalipun, tak pernah berpikir apalagi berbicara Jokowi sudah penuhi syarat jadi Nabi. Ini pernyataan Dedy kelihatan banget seorang penjilat,” tegas Yusuf.

Baca Juga:  Mahfud MD: KPK Kepemimpinan Firli tak Lebih Jelek dari Periode Sebelumnya

Dia pun menuding, pernyataan Dedy merupakan kalimat bersayap sekaligus cek ombak. “Komen tak beretika dan tak beradab Dedy itu kemungkinan sekedar membidik sasaran antara yaitu kegaduhan politik, sementara sasaran idealnya membangun opini Jokowi sebagai orang baik dan berprestasi,” katanya.

Lebih lanjut kata Yusuf, Dedy Nur Palakka tidak lebih sebagai buzzer murahan berbaju partai politik, yang berusaha mati-matian memframing Jokowi hebat.

“Padahal sosok Jokowi terus tergerus opini publiknya sebagai penjahat demokrasi dan pengkhianat konstitusi, pemimpin dzolim serta biang KKN penyebab kerusakan dan kehancuran NKRI,” tandasnya.

“Dedy terpaksa asal bunyi dan gambling memoles citra Jokowi yang tengah dihujat dan bersiap menghadapi pengadilan rakyat,” tambahnya.

Terkait dengan pernyataan Dedy, Yusuf juga mengimbau kepada masyarakat jangan sampai tersulut emosi.

“Sebab pernyataan Dedy yang semakin membuktikan manufer politik Dedy maupun PSI yang menghalalkan segala cara untuk tujuan tertentu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026
Agus Wahid: Bahlil Bukan Figur Arus Bawah, Golkar Terancam Kehilangan Marwah dan Elektoral
Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan
Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan
Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:05 WIB

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Agus Wahid: Bahlil Bukan Figur Arus Bawah, Golkar Terancam Kehilangan Marwah dan Elektoral

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi

Berita Terbaru

Ilustrasi

Opini

Seandainya Jokowi Itu Messi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:07 WIB