Menyasar 3.421 Penerima Manfaat Di Gunungpuyuh Kota Sukabumi Dapur MBG SPPG Sriwedari Resmi Beroperasi

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sriwedari

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sriwedari

SUKABUMI, Mediakarya – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di bawah naungan PT Pratama Persada Abadi kini siap mendukung program pemenuhan gizi bagi ribuan anak sekolah di Kota Sukabumi. Fasilitas yang berlokasi di wilayah Sriwedari Kecamatan Gunung puyuh resmi mulai beroperasi pada 4 Agustus 2025.

Dapur ini menjadi bagian dari  upaya peningkatan ketahanan pangan dan pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak dan kelompok rentan di wilayah Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi.

Menurut Kepala Dapur SPPG Sriwidari Gunungpuyuh, Sahid Ramadhan menjelaskan, Dapur SPPG ini akan menyuplai makanan bergizi ke 41 sekolah dan 9 posyandu, mencakup anak-anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia (B3), dan balita, dengan target menyasar total 3.421 penerima manfaat

“Kita mulai operasional tanggal 4 Agustus 2025, Pengiriman makanan kita batasi maksimal 6 kilometer atau 20 menit dari dapur, untuk memastikan makanan tiba dalam kondisi optimal,” ujar Sahid Rabu malam (6/8/2025).

Operasional dapur didukung oleh sekitar 47 karyawan, termasuk ahli gizi, kepala dapur, akuntan, dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Menu Gizi Seimbang dan Disesuaikan Selera Anak

Sahid mengatakan, Menu yang disajikan disusun bersama ahli gizi dan mengikuti standar gizi seimbang.

“Namun, dalam waktu dekat, pihak dapur akan mengadakan evaluasi dan survei kepada anak-anak sekolah untuk mengetahui preferensi makanan mereka,

Anak-anak sekarang lebih suka menu yang kekinian, jadi ke depan kita akan sesuaikan. Tidak hanya ayam goreng atau tempe, tapi juga mungkin akan disediakan ayam katsu, sandwich, hingga burger. Tapi tetap sehat dan bergizi,” kata Sahid

Baca Juga:  Heboh Siswa Temukan Plester Bekas Luka di Menu MBG

Distribusi Dua Kloter, Fokus Pagi untuk PAUD dan SD Kelas Bawah

Pengiriman makanan dilakukan dalam dua kloter. Kloter pertama dimulai pukul 06.30 WIB untuk anak PAUD dan SD kelas 1–3, mengingat jam pulang mereka yang lebih awal. Kloter kedua dimulai sekitar pukul 09.00 WIB untuk kelas 4 SD hingga SMA, termasuk SMP.

Libatkan UMKM Lokal dan Harapan untuk Ketahanan Pangan Daerah

Untuk pengadaan bahan baku, dapur saat ini menggunakan supplier yang sama dengan dapur kesejahteraan, namun dengan prioritas kepada UMKM lokal.

Pihak dapur berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih berperan dalam memastikan ketahanan pangan berkelanjutan.

“Kita masih bergantung dari luar daerah untuk bahan seperti telur dan ayam. Harapannya, Sukabumi bisa mandiri, punya pabrik telur, peternakan, dan pertanian sendiri. Ini peluang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Sahid.

Ia menyebutkan, Dari data Dapodik Kementerian Pendidikan, Kota dan Kabupaten Sukabumi dibutuhkan sekitar 350 dapur. Namun saat ini baru terdapat sekitar 67 dapur yang sudah operasional diwilayah Kabupaten sementara kebutuhan dapur di wilayah kota diperkirakan antara 40 hingga 50 dapur.

Dia pun mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, aktif mendukung program ini demi meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan anak-anak serta masyarakat secara luas. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih
Diduga Eksplorasi Ilegal, Sumur Pengeboran Minyak di Blang Rubek Meledak
Turnamen Voli Putri Piala Banteng 2026 Tegalbuleud Sukses Digelar, CBS One Jadi Juara
Siswa SMAN 5 Kota Bekasi Torehkan Prestasi Pada Event Savate di Nepal
ITPLN Resmi Buka Jalan Karier Lulusan Teknik ke Jepang
Pemkab Nias Selatan : Bukti Lunas PBB dan PKB Jadi Syarat Pelayanan Publik
PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal
Yayasan di Bekasi Minta Dedi Mulyadi Bantu Kosongkan Lahan yang Dipakai Kantor RW
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:54 WIB

Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:20 WIB

Diduga Eksplorasi Ilegal, Sumur Pengeboran Minyak di Blang Rubek Meledak

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:10 WIB

Turnamen Voli Putri Piala Banteng 2026 Tegalbuleud Sukses Digelar, CBS One Jadi Juara

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:53 WIB

Siswa SMAN 5 Kota Bekasi Torehkan Prestasi Pada Event Savate di Nepal

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:00 WIB

ITPLN Resmi Buka Jalan Karier Lulusan Teknik ke Jepang

Berita Terbaru

Dokumentasi pelantikan Pengurus Pusat AMPG Periode 2024-2029 (foto; dok. Mediakarya

Megapolitan

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB

Ilustrasi  (Foto: Istimewa)

Opini

Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:53 WIB