GMNI Sukabumi Raya Desak Tanggung Jawab Negara atas Tragedi Kemanusiaan Pengemudi Ojol

- Editor

Jumat, 29 Agustus 2025 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mediakarya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya korban jiwa dalam tragedi demonstrasi pada 28 Agustus 2025. Mereka menilai, setiap korban adalah anak bangsa yang kehilangan hak hidup, sebagaimana dijamin oleh Pasal 28A dan Pasal 28I ayat (1) UUD 1945.

“Kehilangan ini bukan sekadar kabar duka, melainkan luka kemanusiaan yang mencabik nurani kolektif bangsa Indonesia,” ujar Gilang Tribuana, Jumat (29/8/2025).

Ia menegaskan, ketika keselamatan manusia dikorbankan demi ambisi kekuasaan, negara telah gagal menjalankan tanggung jawab konstitusionalnya. “Tidak ada legitimasi bagi kekuasaan yang ditegakkan di atas darah dan air mata korban,” tegasnya.

Menurutnya, stabilitas tidak akan pernah sah jika dibangun di atas kuburan anak bangsa. “Kedaulatan tetap berada di tangan rakyat, bukan pada elite yang kehilangan nurani dan menukar kemanusiaan dengan politik kekuasaan,” tambah Gilang.

Lebih lanjut, ia menyebut tragedi 28 Agustus 2025 sebagai peringatan keras bahwa politik tanpa jiwa kemanusiaan hanya akan melahirkan kehancuran. “Setiap korban yang berjatuhan adalah alarm moral bagi bangsa ini. Saat manusia menjadi tumbal kekuasaan, maka hilanglah makna bernegara,” ucapnya.

Atas dasar itu, GMNI Sukabumi Raya menyampaikan tujuh tuntutan kemanusiaan sebagai berikut:

1. Mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memecat Ahmad Sahroni selaku Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, serta anggota DPR lainnya yang dinilai mengeluarkan pernyataan provokatif hingga memicu kerusuhan.

2. Menuntut Kepala Pemerintahan bertanggung jawab atas kerusuhan, serta mengambil langkah strategis dalam mengembalikan stabilitas politik.

Baca Juga:  Indonesia bidik Jepang dan Korea Untuk Pasar Fesyen Modest

3. Menuntut DPR RI untuk bertanggung jawab, mengutamakan aspirasi rakyat, serta membuka ruang dialog atas tuntutan aksi massa.

4. Mengusut tuntas dan melakukan investigasi menyeluruh, independen, dan transparan terhadap seluruh pelaku tragedi 28 Agustus 2025.

5. Mendesak Polri bertanggung jawab atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas mobil rantis Brimob, serta korban lain, dan segera memecat oknum Polri yang terlibat.

6. Menuntut reformasi institusi Polri agar kembali menegaskan fungsi utama sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, bukan tameng pejabat untuk menindas rakyat.

7. Mendesak Polri memastikan seluruh jajaran di daerah tidak melakukan tindakan represif terhadap rakyat yang berdemonstrasi.

“Tuntutan ini adalah suara moral, bukan sekadar daftar formal. Setiap korban adalah pengingat bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar Gilang.

Ia menilai, keadilan nyata jauh lebih penting daripada retorika belasungkawa. Tanpa keberanian membuka kebenaran, bangsa ini akan terus terjebak dalam lingkaran kekerasan. “Negara harus bertanggung jawab penuh atas tragedi kemanusiaan ini. Tanggung jawab itu harus diwujudkan melalui kebijakan, penegakan hukum, serta reformasi sistem yang menjamin penghormatan terhadap kemanusiaan,” katanya.

GMNI Sukabumi Raya juga menyerukan agar tragedi ini menjadi titik balik politik Indonesia. “Agenda politik harus kembali berakar pada kemanusiaan, bukan pada ambisi kekuasaan. Bangsa ini membutuhkan keberanian moral untuk menegakkan keadilan sosial, agar tidak ada lagi korban yang jatuh sia-sia di tanah air kita tercinta,” pungkasnya. (eka)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir
Di Tengah Defisit Rp200 Miliar, 30 Camat Bandung Plesiran ke Bali Dibongkar LSM: Manipulasi Anggaran Telanjang
Polres Nias Selatan Ringkus Pria Diduga Edarkan Narkotika
GMNI Kota Bekasi Miris, Loker Fiktif Belum Ada Perhatian Serius
DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas
Sentuh Hati Warga, Polres Nias Selatan Berbagi Kasih di Hari Jadi Ke-75 Humas Polri
Percantik Akses Menuju Wisata, Desa Tugu Utara Bogor Geber Pengaspalan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Di Tengah Defisit Rp200 Miliar, 30 Camat Bandung Plesiran ke Bali Dibongkar LSM: Manipulasi Anggaran Telanjang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polres Nias Selatan Ringkus Pria Diduga Edarkan Narkotika

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:47 WIB

GMNI Kota Bekasi Miris, Loker Fiktif Belum Ada Perhatian Serius

Berita Terbaru

Opini

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:35 WIB

Mikhail Adam, Peneliti Ekopol di Nusantara Centre (Foto: Ist)

Opini

Ekopol Konstitusi Itu Peta Jalan Kedaulatan Kita

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:42 WIB