CBA Nilai Pemerintah Tak Adil Tangani Banjir Sumatra, Desak Tambang Emas Martabe Ditutup Sementara

- Penulis

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Banjir dan longsor beruntun yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam sepekan terakhir dinilai bukan sekadar bencana hidrometeorologis, melainkan cerminan krisis tata kelola ruang dan lingkungan di Pulau Sumatera.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai pemerintah tidak adil dalam merespons bencana ekologis tersebut. Ia menyoroti langkah pemerintah yang hanya menutup operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Sumatera Utara, sementara perusahaan lain yang diduga turut berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan justru dibiarkan beroperasi.

“Kalau alasannya banjir dan longsor, kenapa hanya TPL yang ditutup? Ini tidak adil. Banyak perusahaan lain yang aktivitasnya berada di kawasan rawan dan diduga memperparah kerusakan lingkungan,” ujar Uchok Sky, Kamis (25/12/2025).

Uchok secara tegas meminta pemerintah segera melakukan audit lingkungan dan menutup sementara Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources (PTAR), meskipun kontrak karya perusahaan tersebut baru akan berakhir pada 2033.

“Kontrak karya tidak boleh menjadi tameng. Jika aktivitasnya membahayakan lingkungan dan masyarakat, pemerintah wajib bertindak,” tegasnya.

CBA, lanjut Uchok, lebih mempercayai temuan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara dibandingkan pernyataan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol. WALHI Sumut sebelumnya menyebut setidaknya tujuh perusahaan yang diduga menjadi penyebab utama bencana ekologis di kawasan Tapanuli, salah satunya PT Agincourt Resources.

Baca Juga:  Pengamat Nilai Gaya Komunikasi Erick Thohir Masuk ke Semua Kelompok

“WALHI menyebut nama dan basis ekologisnya jelas. Sementara pernyataan Menteri Lingkungan Hidup justru terkesan membela mati-matian PT Agincourt Resources dengan alasan perusahaan sudah menjalankan prinsip lingkungan dan keberlanjutan,” kata Uchok.

Menurutnya, sikap pemerintah tersebut mencerminkan kepentingan jangka pendek dan mengabaikan penderitaan para korban banjir dan longsor yang kehilangan rumah, lahan, bahkan anggota keluarga.

CBA pun mendesak pemerintah pusat untuk segera menutup sementara operasional Tambang Emas Martabe serta membentuk Tim Audit Independen guna melakukan audit lingkungan secara menyeluruh. Pasalnya, kawasan pertambangan PTAR berada di kawasan hutan dan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sangat sensitif dan berisiko tinggi, termasuk dalam ekosistem DAS Batang Toru.

“Ini wilayah berbahaya. Kalau audit independen tidak segera dilakukan, bencana serupa akan terus berulang dan rakyat lagi yang menjadi korban,” pungkas Uchok Sky.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG
KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi
Sikapi Film Pesta Babi, LPKAN Ajak Seluruh Elemen Tempatkan Fakta di Atas Prasangka
Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?
Bawa Sejumlah Bukti, Korban Penipuan Hanania Travel Datangi Kantor BPKN RI
Eks Kepala BGN dan Wakilnya Resmi Tersangka, Begini Tanggapan Praktisi Hukum
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:14 WIB

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:01 WIB

KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:19 WIB

Sikapi Film Pesta Babi, LPKAN Ajak Seluruh Elemen Tempatkan Fakta di Atas Prasangka

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:24 WIB

Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?

Berita Terbaru

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:17 WIB