“Kami tidak akan tinggal diam sebelum tuntutan kami dikabulkan,” ujar Arianto, menegaskan sikapnya.
Ia menyatakan bahwa pihak Kepolisian Republik Indonesia harus bertanggung jawab penuh atas insiden yang disebutnya sebagai
“pembunuhan dengan sengaja” pada malam Jumat pekan lalu.
POSINDO secara resmi mengajukan enam tuntutan kepada kepolisian. Pertama, mereka menuntut agar pelaku penabrakan meminta maaf secara terbuka kepada keluarga korban dan seluruh paguyuban ojol, tanpa menutupi wajah.
Hal ini bertujuan agar kasus dapat diawasi secara transparan dan mencegah kemungkinan pertukaran pelaku. Kedua, POSINDO meminta agar pelaku segera diproses hukum dan diberhentikan secara tidak hormat dari dinas kepolisian, disaksikan oleh seluruh paguyuban ojol.
Kemudian, ketiga, mereka menuntut pertanggungjawaban penuh dengan pemberian santunan serta menanggung seluruh biaya hidup dan pendidikan bagi istri dan anak-anak korban.