“Diksar Gandawesi tidak hanya menguji fisik, tetapi juga membangun kesadaran ekologis, mental kepemimpinan, serta keberanian bersikap di tengah tantangan krisis iklim,” ujar Roja di Bandung, Selasa (20/1/2026).
Selama dua pekan, peserta akan menjalani pendidikan di alam terbuka dengan berbagai materi lapangan. Kegiatan meliputi rock climbing dan rappelling di Tebing Citatah 48, long march menuju Hutan Sukawana, simulasi Search and Rescue (SAR), serta Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
Rangkaian Diksar juga mencakup penyebrangan basah dan navigasi darat di kawasan Panaruban, penyebrangan kering, hingga Temu Besar Lapangan di Atap Ciater. Seluruh kegiatan dirancang untuk melatih ketahanan, kerja sama tim, kepemimpinan, dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi krisis.
