Pemanfaatan Copilot juga dinilai dapat mendorong mahasiswa untuk belajar lebih mandiri, kritis, dan kreatif, dengan tetap mengedepankan prinsip penggunaan AI yang etis, aman, dan bertanggung jawab.
Meski demikian, Prof. Syamsir menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak boleh semata-mata berfokus pada teknologi. Peran pendidik sebagai pembentuk karakter, nilai, dan kompetensi tetap menjadi elemen utama dalam proses pembelajaran.
“Di era abad ke-21, pendidik tetap menjadi aktor sentral. Nilai-nilai kemanusiaan dan sentuhan humanis tidak bisa digantikan oleh teknologi secanggih apa pun,” tegasnya.
Melalui AI Bootcamp ini, ITPLN berharap para dosen dan mahasiswa dapat memahami fungsi Microsoft Copilot secara menyeluruh, memanfaatkannya secara bijak, serta mengintegrasikannya dalam praktik pembelajaran berbasis OBE.
Prof. Syamsir optimistis, penerapan AI yang tepat akan menjadi fondasi menuju sistem pendidikan tinggi yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
