BANDUNG, Mediakarya — Institut Teknologi PLN (ITPLN) intensif melakukan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2026 ke sejumlah SMA dan SMK favorit di Kota Bandung. Kampus berbasis energi tersebut menawarkan pendidikan tinggi yang terhubung langsung dengan industri, skema beasiswa beragam, serta prospek karier yang dinilai relatif tahan terhadap gejolak ekonomi global.
Sosialisasi dipimpin oleh Manajer Bidang Pemasaran dan Admisi ITPLN, Andi Dahroni, dengan menyasar sekolah-sekolah seperti SMK Cipta Skill Bandung, SMA Kartika Bandung, SMAN 9 Bandung, hingga SMA Negeri 2 Bandung—almamater Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa.
Ratusan siswa tampak antusias mengikuti pemaparan. Ketertarikan mereka dipicu oleh konsep pendidikan ITPLN yang menekankan kesiapan kerja sejak bangku kuliah, dukungan fasilitas berbasis industri, serta pembentukan karakter mahasiswa secara terstruktur.
Andi Dahroni menegaskan, sektor energi merupakan salah satu sektor strategis nasional yang tetap dibutuhkan dalam kondisi ekonomi apa pun, termasuk saat terjadi perlambatan global. Oleh karena itu, ITPLN dirancang untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap langsung masuk ke dunia kerja.
“ITPLN tidak berhenti pada target kelulusan. Kami menyiapkan mahasiswa agar benar-benar siap kerja dan siap berkarier di sektor energi,” ujar Andi, Jumat, 23 Januari 2026.
Dari sisi dukungan finansial, ITPLN menyediakan berbagai skema beasiswa, mulai dari beasiswa penuh dan parsial, beasiswa prestasi akademik dan non-akademik, beasiswa siswa kurang mampu, beasiswa Hafidz Al-Qur’an, beasiswa olahraga, beasiswa anak pegawai PLN, KIP Kuliah, hingga beasiswa hasil kerja sama dengan BUMN dan PLN Group.
Dalam bidang akademik, ITPLN menerapkan sistem pembelajaran SMART 4-4-2. Skema ini mengombinasikan 40 persen penguasaan teori oleh dosen akademisi, 40 persen pembelajaran berbasis pemecahan masalah bersama praktisi industri energi, serta 20 persen pengalaman lapangan melalui kuliah tamu, kunjungan industri, dan praktik langsung di sektor ketenagalistrikan serta energi baru terbarukan.
“Model ini membuat mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terbiasa menghadapi persoalan nyata di lapangan,” kata Andi.
Untuk mendukung pembelajaran terapan, ITPLN melengkapi kampusnya dengan fasilitas berbasis industri, seperti VR Laboratory untuk simulasi sistem energi tanpa risiko, EV Conversion Workshop untuk praktik kendaraan listrik, serta program sertifikasi internasional gratis, termasuk sertifikasi Microsoft dan penguatan kompetensi bahasa Inggris.
Selain aspek akademik, ITPLN juga menekankan pembentukan karakter melalui sistem pemetaan kemampuan mahasiswa yang dikenal sebagai ITPLN Student Profile. Melalui sistem ini, mahasiswa diarahkan menjadi future leader dan high achiever, sekaligus diprioritaskan untuk mengikuti program beasiswa lanjutan, penugasan organisasi strategis, hingga rekomendasi ikatan kerja di lingkungan PLN Group.
Dari sisi lulusan, ITPLN mencatat tingkat serapan kerja yang tinggi. Berdasarkan tracer study, sebanyak 92 persen lulusan terserap ke dunia kerja, dengan 32 persen di antaranya telah direkrut sebelum wisuda. Alumni ITPLN bekerja di berbagai perusahaan nasional dan multinasional, seperti PLN Group, Pertamina, Huawei, BCA, hingga Freeport.
Sementara itu, rata-rata gaji awal lulusan ITPLN berada di kisaran Rp6,8 juta, dengan potensi mencapai Rp12,5 juta atau lebih bagi lulusan berprestasi yang berkarier di BUMN maupun perusahaan multinasional.
Melalui rangkaian sosialisasi ini, ITPLN menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi energi yang mengintegrasikan pendidikan, kebutuhan industri, dan dunia kerja, sekaligus menjadi pilihan strategis bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan.(hab)

