ITPLN, ITS, dan PLN Puslitbang Konsolidasikan Kampus untuk PLTN, Nuklir Dinilai Kunci Net Zero Emisi Indonesia

ITPLN, ITS, PLN Puslitbang
ITPLN, ITS, PLN Puslitbang bersama membangun awareness nuklir. (Foto: Dok. ITPLN)

Ahsin menambahkan, Indonesia memiliki modal strategis baik dari sisi sumber daya alam maupun SDM. Cadangan uranium tercatat berada di Kalimantan Barat, sementara thorium ditemukan di Bangka Belitung sebagai hasil ikutan tambang monasit.

“Volume bahan bakar nuklir relatif kecil dibandingkan daya listrik yang dihasilkan dan seluruh prosesnya berada di bawah pengawasan IAEA. Jika Indonesia masuk ke era nuklir, maka kita harus menjadi bagian dari negara maju dunia,” tegasnya.

Dari sisi SDM, Ahsin menyebut Indonesia tidak kekurangan tenaga ahli. Diaspora insinyur nuklir Indonesia tersebar di berbagai negara, sementara ribuan lulusan teknik nuklir dari UGM dan ITB siap dilibatkan ketika keputusan pembangunan PLTN ditetapkan.

“Kapabilitas manusia tidak menjadi persoalan. Yang kita tunggu adalah keputusan kebijakan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN Puslitbang, Mochamad Soleh, mengatakan bahwa kegiatan Awareness Nuklir akan dilakukan secara berkelanjutan dan berkeliling ke kampus-kampus strategis di Indonesia, termasuk Jawa Timur yang memiliki ekosistem teknologi dan akademik yang kuat.

“Ini bagian dari capacity building. Kompetensi operator PLTN di Indonesia masih terbatas, sehingga diperlukan percepatan penyiapan SDM melalui jalur cepat,” kata Soleh.

Exit mobile version