“Modernisasi produksi halal bukan sekadar mengganti mesin, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan otomatisasi proses produksi,” jelas Emmy.
Selain itu, digitalisasi sertifikasi halal menjadi prioritas agar pelaku industri lebih mudah memperoleh legalitas produk.
“Kunci dari produk halal adalah sertifikatnya. Karena itu, kami dorong mekanisme lebih sederhana melalui otomatisasi sistem sertifikasi,” tambahnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri halal sekaligus meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.




