Ketahanan Pangan Indonesia 2026: Strategi, Tantangan, dan Diversifikasi Menuju Swasembada

CORE Indonesia
Seminar Ketahanan Pangan Indonesia 2026: Dari Bencana ke Strategi yang diselenggarakan CORE Indonesia.

Daerah rawan bencana menjadi perhatian khusus dengan pembentukan satgas rehabilitasi untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar.

Diversifikasi Pangan Lokal

CORE menekankan pentingnya diversifikasi pangan melalui pengembangan pangan lokal. Prof. Dwi Andreas Santosa, Guru Besar IPB, menekankan perlunya investasi pemerintah. Eri Prabowo, Dirut PT Berkah Inti Daya, menyebut Sorgum sebagai alternatif yang mudah dibudidayakan dan potensial dikembangkan.

Pemerintah mendorong cadangan pangan lokal melalui Perpres No. 81/2024. Meski prospeknya baik, banyak pangan alternatif berharga tinggi dan jumlahnya terbatas, sementara padi dan gandum tetap unggul dari sisi gizi.

Indonesia Belum Swasembada Pangan

Menurut Prof. Dwi Andreas, Indonesia belum sepenuhnya swasembada pangan. Banyak komoditas masih bergantung impor, termasuk gandum, bawang putih, kedelai (97%), susu (82%), gula (70%), daging sapi/kerbau (50%), jagung (10%), dan beras (5%). Total impor 12 komoditas mencapai sekitar 25 juta ton pada 2025.

Exit mobile version