KAB. BEKASI, Mediakarya – Selama 2 hari, para pelajar dan berbagai lintas komunitas muda mengikuti kegiatan Laboratorium Teknologi (Labtek) Apung di Hilir Citarum yang digelar Sabtu 25 dan Minggu September 2021.

Hari pertama dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan MTs Nurul Ihsan di Kampung Blukbuk Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi dimana puluhan siswa dan para guru diajarkan untuk lebih mengenali Sungai di Hilir Citarum.

Novita Anggraini selalu THRB Citarum dari Labtek Apung mengatakan, kegiatan ini diadakan dalam rangka Home River Bio blitz 2021 tahun 2021 dimana targetnya adalah para generasi muda.

“Kami berharap, kegiatan ini dapat mendorong para siswa untuk mengajukan pertanyaan baru dan membentuk penalaran baru tentang masalah ekologi yang mendesak bagi masyarakat,” ujar Novita (27/09/21)

Novita mengaku senang karena sambutan dari para guru dan pelajar di wilayah setempat sangat positif terhadap kegiatan tersebut.

“Ya, Mudah-mudahan semangat para siswa untuk belajar tentang alam bisa terus meningkat, terutama untuk mengenal lingkungan dan kehidupan di sekitar sungai,” katanya

Kegiatan dari Labtek Apung sendiri mendapatkan apresiasi tinggi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Camat Muara gembong Lukman Hakim mengatakan, kegiatan Labtek Apung di Hilir Citarum itu diharapkan menjadi titik awal untuk para pelajar di Kabupaten Bekasi, khususnya di Kecamatan Muaragembong untuk lebih mencintai dan peduli terhadap lingkungan hidup.

“Labtek Apung ini menjadi nuansa belajar sambil mendekatkan diri kepada alam yang sangat bermanfaat untuk para pelajar agar mereka lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Apresiasi lain pun dikatakan juga oleh Jessica selaku Kepala Seksi Penataan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk mengedukasi anak-anak agar lebih mencintai lingkungan di sekitar mereka.

“Kami sangat mengapresiasi teman-teman Labtek Apung yang dengan semangat membimbing para siswa,” ujarnya.

Arie Prabowo selaku PIC kegiatan mengatakan, kegiatan ini mengusung konsep Citizen Sciences yang dimana nantinya mereka para siswa bisa mendapatkan skill dan mendorong agar mereka kelak bisa menjadi peneliti.

“Ini adalah metode belajar sederhana sambil bermain air yang nantinya bisa menciptakan perasaan baru terhadap lingkungan mereka, dengan demikian kami ingin membangun kerangka pemikiran tersebut sejak dini,”ujarnya

Di hari selanjutnya pada Minggu, 25 September 2021, Labtek Apung pun mengambil kegiatan di tempat yang berbeda. Kegiatan tersebut dalam rangka The Home River Bio blitz 2021 yang dilakukan dari Dermaga Kecamatan Muaragembong hingga berakhir di Hutan Mangrove Muaragembong yang bertepatan dengan Hari Sungai Sedunia.

Arie Prabowo melanjutkan, di hari kedua, mereka sengaja mengundang dan mengajak berbagai lintas komunitas, baik yang berdomisili di wilayah lokal maupun dari luar daerah.

“Bertepatan dengan hari Sungai sedunia, kami Labtek Apung mengajak para generasi milenial untuk menyusuri sepanjang Citarum hingga ke ujung muara, kita lakukan pengamatan terhadap flora dan fauna lalu kami dokumentasikan lewat aplikasi inaturalist.org yang nantinya seluruh orang di seluruh dunia bisa melihat jenis apa saja yang ada di Hilir Citarum,” ujarnya.

Kegiatan konservasi flora dan fauna di hutan mangrove Muaragembong menemukan beberapa jenis flora dan fauna yang harus dijaga kelestariannya agar tidak punah.

Novita Anggraini melanjutkan, jika kemarin targetnya adalah para siswa, kali ini adalah anak-anak muda yang tentu nantinya bisa meningkatkan rasa cinta mereka terhadap lingkungan di sekitarnya.

“Antusiasme generasi muda dalam mengikuti kegiatan ini sangat baik. Kami berharap mereka bisa lebih semangat dalam mengeksplor wilayah lokalnya,” ujarnya

Dalam kegiatan puncak The Home River Bio blitz 2021 dari Labtek Pung di Hilir Citarum ini, pihaknya dibantu oleh Adi Kristanto dari Komunitas Jakarta Bird Watcher’s Society berhasil mengidentifikasi 23 jenis burung yang dapat dilihat secara visual maupun suaranya.

“Ternyata Muaragembong itu punya banyak sekali hal yang menarik. Tadi kita sudah lihat dan amati, dalam waktu beberapa menit saja eksplor di hutan mangrove ini, terdapat 23 jenis burung, artinya potensi dari fauna ini menjadi data tarik,” tambahnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh Labtek Apung di Hilir Citarum selama dua hari ini banyak menuai pujian dari berbagai pihak, sebagai upaya untuk mengajarkan masyarakat agar terus meningkatkan perhatiannya terhadap lingkungan. Di penghujung acara, Labtek Apung memberikan berbagai alat laboratorium dan beberapa alat observasi serta buku-buku secara simbolis kepada Dadang Irawan selaku tokoh warga lokal.

“Peralatan laboratorium dan konservasi ini kami tinggalkan disini agar nantinya para siswa dapat terus belajar sepanjang waktu,”pungkasnya. (Mme)

By Slamet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *