DPRD Kota Bekasi Desak Pemprov DKI Jakarta Bertanggung Jawab atas Kemacetan Parah di Bantargebang

- Penulis

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Mediakarya— Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera membenahi permasalahan sampah di TPST Bantargebang. Desakan ini muncul pascamusibah longsor yang terjadi pada 4 Maret 2026 yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.

Longsor tersebut menimbun jalan operasional TPST Bantargebang sehingga memaksa penataan ulang zona pembuangan. Dampaknya langsung terasa dengan antrean truk sampah yang mengular hingga 5–8 km, truk-truk tertahan berjam-jam, bau menyengat menyebar, dan air lindi mengotori jalan-jalan di sekitar lokasi.

“Kemacetan parah ini merugikan Pemerintah Kota Bekasi. Masyarakat terganggu aktivitasnya, bau sampah dan air lindi mencemari jalanan di sekitar Bantargebang. Pemerintah Kota Bekasi harus tegas dalam menyikapi hal ini,” ujar Latu, Jum’at (13/3/2026).

Dia juga mengusulkan agar antrean panjang truk sampah tidak dibiarkan menumpuk di wilayah Kota Bekasi. “Kalau perlu, cegat di daerah perbatasan DKI Jakarta dan Bekasi. Sebelum penataan ulang TPST Bantargebang rampung, truk sampah dari DKI Jakarta jangan diperkenankan masuk ke Kota Bekasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Guz Jazil: Struktur Timnas AMIN Sangat Dinamis

“Ini sampah milik masyarakat DKI Jakarta. Permasalahannya ada di DKI Jakarta, tapi masyarakat Kota Bekasi yang menanggung imbasnya. Kita rugi dua kali. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tambah Latu.

Lebih lanjut, dia mendorong agar momentum pembahasan pembaruan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi yang sedang berlangsung dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dia meminta agar dimasukkan klausul sanksi yang tegas atas kelalaian pihak DKI Jakarta, dan sanksinya bisa berupa ganti rugi untuk pemulihan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

“Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut, masyarakat yang tinggal di Bantargebang dan sekitarnya pasti tidak akan tinggal diam. Mereka akan menggelar aksi demonstrasi menuntut Pemprov DKI Jakarta agar kemacetan akibat antrean panjang pengiriman sampah ini segera diatasi,” pungkas Latu. (Supri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Jakarta On The Spot Oleh Polres Metro Bekasi Kota Disambut Hangat Warga
Truk Besar Parkir Sembarangan Di Kolong Fly Over Cipendawa, Pemerintah Tutup Mata
Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional
BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:00 WIB

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:18 WIB

Jakarta On The Spot Oleh Polres Metro Bekasi Kota Disambut Hangat Warga

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:41 WIB

Truk Besar Parkir Sembarangan Di Kolong Fly Over Cipendawa, Pemerintah Tutup Mata

Berita Terbaru

Para pemain seperti Gema Vyandra, Yoona Gimenez, dan Ciara Brosnan berharap sinetron Asmara Gen Z terus berlanjut dan menghibur penonton Indonesia.

Entertainment

Sinetron Asmara Gen Z Capai 500 Episode, Ini Harapan Para Pemain

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:19 WIB