JAKARTA, Mediakarya – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal pembangunan jaringan air perpipaan di Ibu Kota hingga seluruh warga Jakarta mendapatkan layanan air bersih.

Menurut politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini, DPRD berkomitmen memastikan alokasi anggaran pembangunan jaringan air benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“DPRD sangat berkomitmen untuk memastikan alokasi anggaran itu betul-betul untuk realisasi belanja yang tepat sasaran dan untuk kepentingan masyarakat DKI Jakarta,” ujar Yuke saat diskusi Balkoters Talk bertajuk ‘Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global’ di Pressroom Balai Kota DKI, Rabu (11/3/2026).

DPRD lanjut politisi yang akrab disapa Mbak Yuke ini juga terus melakukan pengawasan terhadap berbagai program pembangunan jaringan air perpipaan agar cakupan layanan dapat menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani.

“Jadi apa yang diberikan oleh DPRD, ya itu memastikan semua program-program khususnya terkait pipanisasi yang sudah dianggarkan ini cakupannya sampai ke seluruh yang tidak terjangkau selama ini,” katanya.

Politisi dapil Jakarta Selatan ini menegaskan, layanan air bersih harus berpihak kepada masyarakat kecil yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses air layak.

“Kami harus memastikan bahwa ini berpihak kepada masyarakat kecil, yang selama ini mungkin terabaikan, tidak hanya untuk yang industri-industri atau untuk yang besar-besar saja,” ujarnya.

Wakil bendahara umum DPP PDIP ini menilai akses terhadap air bersih merupakan hak dasar yang harus diprioritaskan oleh pemerintah daerah.

“Insyaallah untuk supporting kami untuk hak dasar pelayanan khususnya hak mendapatkan layanan air bersih itu sudah yang paling utama yang harus kami prioritaskan,” imbuhnya.

Politisi yang sudah 3 periode di Kebon Sirih ini juga mengakui persoalan layanan air bersih di Jakarta masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan meskipun pembangunan infrastruktur sudah berlangsung lama.

“Karena selama ini ratusan, bahkan pipa aja ada yang ratusan tahun, itu nggak pernah selesai, nggak pernah beres,” pungkasnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *