“Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik langsung merancang sistem pendeteksi kebakaran menggunakan sensor panas dan sensor cahaya. Ini bisa diaplikasikan di rumah maupun bangunan sederhana,” ujarnya.
Menurutnya, sistem deteksi dini kebakaran berbasis Arduino mampu memberikan peringatan lebih cepat terhadap potensi bahaya akibat korsleting atau kelalaian penggunaan listrik.
Hendrianto menekankan bahwa pemahaman tentang mikrokontroler sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan pembelajaran berbasis praktik, siswa SMK diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi saat memasuki dunia kerja.
