Sejalan dengan Teori partisipasi publik, sebagaimana dikemukakan Aeron Davis (2019), menekankan hak masyarakat untuk memberikan masukan, kritik, dan terlibat dalam pengambilan kebijakan, menghasilkan kebijakan lebih legitimate, efektif, dan stabil secara politik. Di Indonesia, partisipasi ini krusial untuk tata kelola bersih dan demokratis, selaras dengan agenda reformasi birokrasi.
Prakarsa Warga menerapkan konsep ini melalui program partisipasi publik yang nyata untuk meminimalkan kesenjangan komunikasi antarwarga dan pemda terutama di era digital. Komunikasi partisipatif ala Davis menjadikan warga subjek aktif dalam identifikasi masalah, pengambilan keputusan, dan evaluasi, dengan dialog dua arah horizontal. Di DKI Jakarta, inisiatif ini diharapkan dapat mengatasi tantangan urban seperti kepadatan penduduk dan ketimpangan, serta memperkuat suara akar rumput.
Dalam kerangka pemberdayaan masyarakat, prakarsa warga mendorong masyarakat menjadi elemen kunci karena menempatkan masyarakat sebagai aktor utama perubahan, bukan sekadar penerima program. Menurut pendekatan pemberdayaan (empowerment approach), kekuatan masyarakat tumbuh ketika warga memiliki akses, kapasitas, dan ruang untuk berpartisipasi. Dari perspektif komunikasi publik, prakarsa warga berfungsi sebagai ruang komunikasi dialogis. Sejalan dengan teori ruang publik Habermas dan komunikasi partisipatoris, Komunikasi yang terbuka dan dua arah ini menjadi prasyarat utama pemberdayaan, karena pemberdayaan tidak hanya soal sumber daya, tetapi juga kesadaran, suara, dan kemampuan bernegosiasi.
Yusnaini, jurnalis sekaligus Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jambi, memuji Prakarsa Warga sebagai wujud partisipasi autentik yang memperkuat demokrasi lokal. Yusnaini yang sedang menempuh pendidikan Doktoral Komunikasi di Universitas Sahid Jakarta tersebut menyoroti perlunya kiprah perempuan dan media dalam mengawal inisiatif serupa, serta menekankan transparansi sebagai kunci akuntabilitas.
Prakarsa Warga mem-branding diri sebagai mitra pemerintah yang inovatif, transparan, dan berdampak, melalui berbagai program yang bermanfaat untuk masyarakat seperti, baksos pembagian kacamata gratis, rembuk warga, pendamping masyarakat serta bazar kuliner UMKM, dll.




