DKI  

Prakarsa Warga DKI Jakarta: Partisipasi Publik Menuju Pembangunan Inklusif

Pritha Ayodya S.Sn, M.Ikom, praktisi Branding & peneliti Komunikasi Visual yang sedang menempuh pendidikan Doktoral Komunikasi di Universitas Sahid Jakarta tersebut menegaskan pentingnya branding dan positioning pejabat publik, khususnya visualisasi data yang menarik dan narasi inklusif untuk pesan yang disampaikan tepat sasaran dan memperkuat legitimasi program terutama di era digital. Hal ini sejalan dengan Teori komunikasi branding publik dan melibatkan psikologi komunikasi visual seperti disampaikan Gestalt yaitu penyampaian pesan inti secara internal-eksternal via analisis SWOT, segmentasi, dan positioning untuk membangun identitas publik yang terpercaya. Pritha menyoroti branding logo Prakarsa Warga yang menarik dengan konsep tradisi budaya betawi merupakan representasi yang modern namun tidak meninggalkan ciri khas tradisi Betawi.

Bentuk tipografi yang modern dengan ornamen garis melambangkan harapan sekaligus lambang hiasan adat dan warna terang khas Betawi. Hal ini menguatkan identitas branding dan positioning komunikasi visual logo Prakarsa Warga di mata masyarakat.

Pendekatan ini selaras dengan komunikasi publik digital ala aplikasi JAKI DKI, yang meningkatkan interaksi dua arah, transparansi, dan partisipasi via akses cepat aduan warga. Branding efektifnya terlihat dari sinergi dengan Forkopimko, memposisikan program sebagai ekstensi program Gubernur Pramono seperti Balai Warga Ciganjur yang gratis untuk aktivitas komunitas dan masyarakat.

Prakarsa Warga merevolusi komunikasi publik DKI dengan mengintegrasikan teori partisipasi publik, pemberdayaan masyarakat dan branding, sehingga menghasilkan model bottom-up yang transparan dan inovatif. Di tengah tantangan Jakarta seperti lingkungan dan ruang publik, program ini mendorong kolaborasi berkelanjutan dan potensial untuk meningkatkan literasi politik dan responsivitas, selaras dengan SDGs inklusivitas. Inisiatif ini bukan sekadar program, melainkan paradigma baru partisipasi yang memberdayakan warga sebagai agen perubahan untuk menuju Indonesia Emas 2045. (dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *