Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kehadiran MBG turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kecukupan gizi bagi anak. “Menu dari MBG kan ada sayur dan susu. Mungkin sebelum ada MBG, ya anak-anak yang kurang mampu makan sedapatnya,” tuturnya.
Selain berdampak pada pemenuhan gizi anak, program MBG juga dinilai membawa efek ekonomi yang positif. Agusman menambahkan bahwa pola kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka ruang keterlibatan pelaku usaha lokal. “Keterlibatan UMKM terutama di daerah-daerah kota besar sangat berperan sebagai penyuplai bahan pokok,” ujarnya.
