“Daripada perusahaan ini hanya bergantung pada individu top-nya yang ada di Balai Kota yang namanya Gubernur, maka lebih baik yang mengawasi itu publik,” katanya.
Menurutnya, pengawasan publik juga akan meminimalkan potensi intervensi pemerintah daerah dalam pengelolaan bank.
“Kalau yang mengawasi publik, maka akan menjadi jauh lebih sehat. Dan itulah yang benar-benar saya harapkan,” jelasnya.
Selain Bank Jakarta, Pramono juga menyebut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lain yang disiapkan untuk IPO. Ia menargetkan proses tersebut dapat terlaksana paling lambat akhir tahun ini atau awal tahun depan.
“Maka ada dua BUMD, tahun depan mungkin akan bertambah lagi. Yang pertama tentunya Bank Jakarta, yang kedua adalah PAM Jaya,” kata Pramono.
Menyambung harapan itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan perseroan tengah menyiapkan langkah konkret menuju penawaran saham perdana atau IPO. Persiapan ini menjadi bagian dari agenda penguatan institusi sekaligus akselerasi pertumbuhan Bank Jakarta.
