Sebut BBWM Sakit Kronis, Pengamat Desak Prananto Dicopot dari Kursi Dirut

PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) Foto: Ist

Ketiga, mesin-mesin pemrosesan di kilang BBWM kerap mengalami shutdown (berhenti beroperasi). Kondisi itu diduga akibat BBWM gagal menjaga kelangsungan pasokan gas dari Pertamina sehingga operasional perusahaan terganggu.

Keempat, produk LPG (Liquefied Petroleum Gas) yang dihasilkan BBWM diduga kurang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga banyak komplain dari para offtaker (mitra pembeli) terkait kualitas produk.

Kelima, kondisi keuangan BBWM yang dinilai Fitri Bule tidak sehat diduga berimbas pada nasib karyawan. Kurang lebih 30 orang karyawan dilaporkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Berbagai persoalan itu, menurut Fitri Bule, mencerminkan betapa lemahnya tata kelola manajemen BBWM di bawah kepemimpinan Prananto. “Sudah saatnya Pemkab Bekasi berani mengambil keputusan tegas, copot Prananto dan ganti dengan pemimpin yang lebih kompeten,” desak Fitri Bule.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *