Oleh karena itu, Musda yang digelar di Selabintana harus dipandang sebagai ekspresi keyakinan dan konsistensi sikap organisasi, bukan sebagai upaya intrik atau pemufakatan jahat. Narasi yang saling menuding justru berpotensi memperlebar jarak antarpemuda dan mencederai semangat kebersamaan.
Sebagai bagian dari elemen pemuda, HIPPMa meyakini bahwa perbedaan sikap tidak boleh berujung pada permusuhan. Pemuda Sukabumi jauh lebih membutuhkan ruang dialog, saling menghormati, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.




