Selain alih teknologi, tim PKM juga menyerahkan 10 unit kompor biomassa, modul pelatihan, serta membentuk tim pengelola teknologi di lingkungan pesantren. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian energi pesantren sekaligus menumbuhkan kesadaran santri terhadap pentingnya energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan.
Menurut Dhami, pesantren memiliki peran strategis dalam mendorong transisi energi berbasis masyarakat.
“Jika pesantren mampu mengelola energi dan limbah secara berkelanjutan, model ini dapat direplikasi secara luas dan menjadi bagian dari gerakan nasional transisi energi yang berkeadilan,” ujarnya.
Ke depan, program ini ditargetkan menjadi contoh penerapan dapur ramah lingkungan yang mampu mengurangi emisi karbon, menekan biaya operasional, serta memperkuat peran komunitas dalam mendukung agenda energi bersih nasional. (hab)
