Dakwah di Medsos Perlu Kedepankan Konten Keagamaan yang Toleran

- Editor

Selasa, 19 April 2022 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk; Konten Religi Sebagai Sarana Dakwah di Media Sosial, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (18/4).

Webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk; Konten Religi Sebagai Sarana Dakwah di Media Sosial, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (18/4).

JAKARTA, Mediakarya – Ruang medsos dan ruang publik digital harus diisi dengan konten keagamaan yang mengedepankan adab, inklusif dan toleran. Hal ini merupakan bagian dari adaptasi dakwah di media sosial agar pesan Islam Rahmatan Lil Alamin sampai ke semua kalangan.

Demikian kesimpulan dalam acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk; Konten Religi Sebagai Sarana Dakwah di Media Sosial, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (18/4).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang diikuti 200 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek itu menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR, Meutya Hafid sebagai keynote speaker dan Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan serta konten kreator, Sebastian Wahyu.

Meutya Hafid mengatakan media sosial bisa digunakan sebagai sarana dakwah karena media sosial bisa digunakan untuk menyebarkan pesan dakwah keagamaan secara efektif, mudah diakses serta memiliki cakupan wilayah yang luas dan waktu yang tidak terbatas.

“Konten-konten dakwah bisa disebarkan melalui kanal-kanal media sosial untuk menyebarkan moderasi beragama,” ujarnya.

Baca Juga:  Meutya Hafid: PR KPI Pusat Awasi Netralitas Tayangan Jelang Pemilu

Meski begitu, politisi perempuan Partai Golkar itu menilai konten religi harus inovatif, aktraktif serta relate dengan masalah aktual terutama para generasi muda.

“Konten keagamann di era pandemi ini juga diharapkan dapat berperan dalam penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Sementara itu, konten kreator, Sebastian Wahyu mengatakan sosmed adalah investasi. “Yang namanya investasi, kalau tidak untung ya rugi. Begitupun main medsos, bisa menambah amal kebaikan tapi bisa juga memperberat amal keburukan,” jelasnya.

Sebastian menambahkan berdakwah bukanlah tugas seorang ustad atau ulama saja. Semua umat manusia memiliki kewajiban untuk menyampaikan dakwah berupa menyampaikan pesan-pesan kebajikan.

Di tempat yang sama, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan dalam paparannya mengatakan masifnya perkembangan internet di Indonesia harus diakui memiliki segala resiko, diantaranya cyber bullying, hoax, konten-konten negatif hingga pencucian uang (money laundering).

Oleh karena itu lanjut dia, penggunaan teknologi ini perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital secara produktif, bijak dan tepat guna.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

GNK Apresiasi Kapolri Suyudi Kedepankan Integritas, Ingatkan Bahaya Oknum Jual Nama Kapolri Berjubah Agama
Pendapat Para Pakar Jelang Putusan MK Tentang Syarat Pendidikan Calon Pemimpin Neggara
Dari Anwar Usman Hingga Rocky Gerung, ETOS: Negara Ini Banyak Pelacur Politik
Pecah Kongsi Prabowo-Jokowi? Reshuffle Ketujuh Geser Geng Solo dari Pos Strategis
Agus Wahid: Reshuffle Prabowo Paradoks, Copot Purbaya hingga Mutasi Sigit dan Dudung
Pengamat Sebut Reshuffle Ala Ketapel, Sarat Akomodasi Politik
GNK Soroti Komposisi Wantimpres, Singgung Gaya Komunikasi Rocky Gerung
Dilantik Jadi Wantimpres Rocky Gerung Kritis Terhadap Kebijakan

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:50 WIB

GNK Apresiasi Kapolri Suyudi Kedepankan Integritas, Ingatkan Bahaya Oknum Jual Nama Kapolri Berjubah Agama

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pendapat Para Pakar Jelang Putusan MK Tentang Syarat Pendidikan Calon Pemimpin Neggara

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Dari Anwar Usman Hingga Rocky Gerung, ETOS: Negara Ini Banyak Pelacur Politik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Pecah Kongsi Prabowo-Jokowi? Reshuffle Ketujuh Geser Geng Solo dari Pos Strategis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Agus Wahid: Reshuffle Prabowo Paradoks, Copot Purbaya hingga Mutasi Sigit dan Dudung

Berita Terbaru