Sekjend LSM KCBI Dukung Wacana Kenaikan BBM

- Editor

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 05:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesi (KCBI) Aceh Utara Zulmalik

Sekjen LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesi (KCBI) Aceh Utara Zulmalik

ACEH UTARA, Mediakarya – Pemerintah dalam waktu dekat akan serentak menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) di Indonesia.

Kenaikan harga BBM ini juga dirasa diperlukan demi menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 agar tidak jebol.

Sekjen LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesi (KCBI) Aceh Utara Zulmalik, mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan harga BBM termurah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Pasalnya, sejauh ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp502 triliun untuk mensubsidi BBM jenis solar dan pertalite. Sementara Harga BBM di Thailand dijual RP 19,500 per liter, Vietnam RP 16,645 Per Liter,Filipina Rp 21,352 Per Liter.

“Memang kita ketahui beban subsidi sangat tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga lain, dan beban tersebut membuat berat APBN untuk alokasi pembangunan dan infrastruktur,” ungkap Zulmalik, Sabtu, (27/08/2022)..

Di Indonesia pemerintah berhasil menahan laju Inflasi domestik diangka 4,9 persen. Angka tersebut merupakan angka yang relatif rendah dari sejumlah negara di asia dan negara maju lainnya dimana saat ini rata- rata negara asia dikisaran 7 % bahkan ada yang mencapai 9%.

Baca Juga:  Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi Cabang Bangka Belitung Mengaku Geram Dengan Kasus Korupsi PT Timah

Untuk mempertahankan angka tersebut, salah satunya dengan menaikan harga BBM, sehingga perkenomian Indonesia dapat bertahan. Untuk itu, masyarakat diharapkan mendukung kebijakan tersebut agar membantu meringankan dampak inflasi di Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengaku sepakat jika pemerintah memutuskan harga BBM naik. Tujuannya, guna mengurangi beban uang negara dalam menanggung subsidi dan kompensasi.

Menurut catatan, pemerintah tahun ini mengalokasikan sekitar Rp 502 triliun untuk subsidi energi dengan komposisi paling besar untuk BBM. Sementara, harga minyak dunia terus mengalami kenaikan dan disebut menjadi beban bagi APBN.

“Rencana pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM subsidi sudah tepat dan tidak terelakkan, sebagai dampak dari kenaikan harga minyak mentah dunia,” kata Mamit Setiawan

Ia memandang melalui kenaikan ini dapat mengurangi beban subsidi energi yang saat ini sangat tinggi.

Dengan begitu, subsidi bisa dialihkan secara langsung kepada masyarakat miskin dan sektor lain yang membutuhkan seperti pendidikan hingga kesehatan.

“Sudah cukup saatnya kita membakar uang kita dijalan,” ujarnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga
Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional
INDEF GTI Desak Pemerintah Fokus Insentif BEV, Bukan Hybrid: Tiap Mobil Listrik Berarti Satu Kendaraan Tak Antre BBM
Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
Daksinapati UI: Topografi Hukum Berubah, Era Geng Solo Tak Kebal Hukum Berakhir
MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama
Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim
Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:52 WIB

INDEF GTI Desak Pemerintah Fokus Insentif BEV, Bukan Hybrid: Tiap Mobil Listrik Berarti Satu Kendaraan Tak Antre BBM

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:15 WIB

MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama

Berita Terbaru