Gerindra: Jika Ada Caleg yang Terbukti Curang Bisa Ditangguhkan Pelantikannya

- Editor

Kamis, 29 Februari 2024 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Rany Mauliani (berkacamata) saat bersama warga. (Foto Instagram)

Sekretaris DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Rany Mauliani (berkacamata) saat bersama warga. (Foto Instagram)

JAKARTA, Media Karya-Maraknya dugaan praktek money politik dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2024 lalu mendapat perhatian serius berbagai kalangan. Kondisi ini memunculkan sejumlah keprihatinan. Berikut adalah tanggapan dari Partai-partai yang memiliki perwakilan kursi di DPRD DKI Jakarta, secara berseri akan kami tampilkan.

Sekretaris DPD Gerindra DKI Rany Mauliani mengaku prihatin dengan fenomena maraknya praktek money politik dalam Pileg 2024 lalu.

“Ya begitulah fenomenanya, ternyata masyarakat kita masih memilih berdasarkan nominal bukan berdasarkan kinerja. Tidak bisa disalahkan juga sih sebenarnya karena memang mungkin mereka tidak peduli akan adanya perubahan dalam kehidupan yang secara jelas, tapi lebih menganggap pileg atau pilpres sebagai pesta 5 tahun sekali,” ujar Rany dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp Messenger (WA) kepada Media Karya, Kamis (29/2/2024).

Rany yang saat ini menjabat Wakil ketua DPRD DKI ini menilai kondisi itu terjadi lantaran bangsa kita baru melewati masa covid yang membuat perekonomian bangsa berantakan.

“Mungkin juga itu tandanya masyarakat kita masih banyak yang hidup susah, bisa dipahami juga karena kita baru saja melewati masa covid yang membuat perekonomian bangsa berantakan. Untuk itu masyarakat juga harus siap menanggung bila caleg yang dipilihnya tidak akan pernah menyapa lagi selama menjabat bila ternyata memilih hanya berdasarkan siraman serangan fajar,” ungkapnya.

Untuk itu lanjut Rany berbagai pihak jangan lelah mengedukasi politik yang benar kepada masyarakat.”Bila di Gerindra ada yang terindikasi, kita ikuti sesuai aturan yang berlaku lalu kembali kepada partai saja bagaimana arahannya nanti,” benernya.

Baca Juga:  Pakar Ingatkan Agar Dominasi Politik tidak Menundukkan Riset

Ketika ditanyakan bagaimana sikap partai Gerindra apabila ada sengketa antar caleg internal dalam satu dapil antara kader yang mengakar dengan kader yang diduga melakukan serangan fajar?

Rany mengungkapkan hal itu kembali kepada keputusan partai. “Selama melakukan kecurangan dan merugikan internal partai, bappilu akan mengevaluasi hingga menangguhkan pelantikannya. Itu yang pernah disampaikan, tapi kembali lagi semua harus by data C1 yang akurat. Karena di Gerindra punya sistem perhitungan suara secara aplikasi berdasarkan C1. Alhamdulillaah sejauh ini yang kami pantau tidak ada sengketa di internal, karena saat ini fokus pada pengawalan suara perolehan jumlah kursi maksimal untuk partai,’ pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat kebijakan publik, Amir Hamzah menilai kemunculan caleg instan hingga lemahnya penegakan hukum dinilai menjadi penyebab masih maraknya praktik money politik tersebut.

“Masih maraknya praktik politik uang disebabkan oleh gagalnya para caleg dalam menarik suara pemilih. Alih-alih menjual ide dan gagasan, peserta pemilu justru mengambil jalan pintas dengan menyebarkan uang,” ujar Amir Hamzah saat berbincang dengan wartawan, Kamis (29/2/2024).

Menurut Amir kondisi ini terjadi lantaran kegagalan partai politik dalam merekrut dan mempersiapkan para caleg. “Mereka menggunakan cara politik uang supaya betul-betul terpilih di parlemen,” bebernya.

Oleh karena itu, Amir menyarankan perbaikan sistem penegakan hukum. “Harus ada perubahan regulasi dan keberanian penyelenggara pemilu. Politik uang itu cukup menjadi kewenangan Bawaslu saja seharusnya,” ungkapnya.(dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua
Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS
Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan
Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke Golkar 
Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar
Pasca Putusan MK Soal Ijazah Gibran, GNK Desak Aktor Intelektual di Balik Lolosnya Jokowi-Gibran Diungkap

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan

Berita Terbaru

Plt Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ahmad Taufik Husein (ist)

Hukum

KPK Buka Suara Soal Wacana Jemput Paksa Nusron Wahid

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:22 WIB