Barisan Pepen Bubar Jalan, Loyalis dan Kader Golkar Kota Bekasi Mulai Merapat ke Tri Adhianto

- Editor

Senin, 19 Mei 2025 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rakerda Partai Golkar Jawa Barat. (Ist)

Suasana Rakerda Partai Golkar Jawa Barat. (Ist)

KOTA BEKASI, Mediakarya – Sejumlah loyalis dan kader Partai Golkar Kota Bekasi mulai merapat ke lingkungan kekuasaan di bawah pemerintahan Tri Adhianto-Harris Bobihoe.

Puluhan kader Golkar yang juga mantan orang dekat mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat ini sepertinya sudah mulai merasakan tidak mendapat ruang di jabatan struktural BUMD.

Bahkan, Tri Adhianto dikabarkan telah menggusur sejumlah kader Golkar dan loyalis Rahmat Effendi yang menempati jabatan strategis di BUMD.

Namun demikian, tak sedikit dari kader Golkar saat ini mash bertahan di BUMD dan lebih memilih merapat dengan lingkungan kekuasaan.

Padahal, saat itu masuknya sejumlah kader Golkar untuk menempati jabatan di BUMD tak lepas dari perjuangan Rahmat Effendi.

Namun setelah mantan orang nomor satu di Kota Bekasi itu terjerat masalah hukum, banyak loyalisnya yang meninggalkan. Dan lebih memilih mengamankan ekonominya masing-masing.

Seperti diketahui, pascakasus hukum yang menimpa mantan Wali Kota Bekasi, hubungan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto dikabarkan renggang.

Tri Adhianto sendiri sebelumnya merupakan mantan bawahan Rahmat Effendi dan dikarbit untuk menjadi politisi dan langsung menduduki posisi ketua DPC PDI Perjuangan.

Baca Juga:  DPP Diminta Turun Tangan Atasi Konflik Golkar Kota Bekasi

Menanggapi banyaknya loyalis dan kader Golkar yang mulai merapat dengan Tri Adhianto, analis Center for Publik Policy Studies Indonesia (CPPSI) Indra Dona menilai hal itu merupakan persoalan wajar.

Donna menilai bahwa kehadiran mantan loyalis Pepen di pemerintahan Tri Adhianto sebagai upaya untuk mendapatkan kue kekuasaan di kepemimpinan Tri-Harris.

“Mereka (loyalis Pepen) sedang mengamankan diri supaya tetap bisa masuk dalam lingkaran kekuasaan Tri,” katanya kepada Mediakarya, Senin (19/2025).

Kata dia, para loyalis mulai sadar situasi ke depan bisa berubah tidak kondusif di saat Pepen terjerat kasus hukum.

Maka dari itu, Donna menilai keterlibatan kader Golkar dalam menepis berita miring terkait sejumlah kasus pejabat Kota Bekasi yang tengah disorot publik, merupakan bagian dalam mengamankan posisinya di BUMD agar tidak dicopot.

Selain itu, loyalis Pepen juga telah melihat kecenderungan Tri Adhianto yang kerap mengakomodasi pihak berseberangan demi menghindari gejolak. Karakter inilah yang dilihat pada pendukung Pepen.

“Tri Adhianto karakternya akomodatif, supaya tidak ada gejolak di era pemerintahannya,” tutur dia.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pansel Godok 4 Nama Calon Sekda Kota Bekasi, Isu Kekerabatan dengan Wali Kota Mencuat
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Negara Darurat Cognitif Reselience
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Pansel Godok 4 Nama Calon Sekda Kota Bekasi, Isu Kekerabatan dengan Wali Kota Mencuat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terbaru

Ilustrasi (Istimewa)

Opini

Agensi Ekonomi Heterodoks di Indonesia

Jumat, 9 Okt 2026 - 18:55 WIB