Wujudkan Lingkungan Perusahaan Bersih dari Narkoba, PT Harita Group Gadeng BNN

- Editor

Kamis, 12 Juni 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, manajemen PT Harita Group bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), melakukan operasi penertiban internal yang berujung pada pemeriksaan 60 orang karyawan (dari 30.000 karyawan) yang diduga terindikasi terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Langkah tegas ini diambil menyusul kecurigaan perusahaan terhadap adanya aktivitas mencurigakan sejumlah oknum karyawan. Setelah melalui proses koordinasi intensif dengan pihak BNN, operasi gabungan dilakukan dan puluhan karyawan berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak manajemen PT Harita Group dalam pernyataannya menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kriminal, termasuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan kerja.

“Kami mengecam keras segala bentuk pelanggaran hukum yang mencoreng integritas dan nama baik perusahaan. Setiap individu yang terbukti terlibat akan diberikan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja (PHK),” tegas salah satu perwakilan manajemen dalam keterangannya, Rabu (11/6/2025).

Perusahaan berharap tindakan ini menjadi peringatan tegas bagi seluruh karyawan agar selalu menjunjung tinggi etika, hukum, dan integritas dalam bekerja serta menjauhi segala bentuk tindakan pidana.

Baca Juga:  ETOS: Proses Rekonsiliasi Tidak Menghentikan Kasus Hukum MTP 

Terkait langkah tegas yang diambil oleh Harita Group dan BNN ini mendapat apresiasi dari Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat dan tegas yang diambil oleh Harita Group. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki komitmen serius terhadap tata kelola yang bersih dan perlindungan terhadap sumber daya manusianya,” ujar Iskandar, Kamis (12/6/2025).

Menurut Iskandarsyah, keberanian perusahaan untuk bekerja sama dengan aparat dalam mengatasi permasalahan narkoba menjadi contoh konkret dalam memperkuat budaya organisasi yang sehat dan berintegritas.

“Kami mendorong agar langkah serupa dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan moral dalam membangun lingkungan kerja yang aman, produktif, dan bebas narkoba,” tambahnya.

Lebih lanjut, operasi ini menegaskan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan institusi penegak hukum sangat krusial dalam memerangi peredaran gelap narkoba, khususnya di dunia kerja.

“Kami nilai bahwa PT Harita Group menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan internal dan edukasi bagi seluruh karyawan demi mencegah kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dari Gedung MPR ke Hotel Royal Kuningan, Sekjen LPKAN Soroti Kronologi Dugaan Suap Muktamar NU
Jaga Keselamatan Berlayar, Satpolairud Polres Nias Selatan Imbau Patuhu SOP Pelaut
Polemik Proyek PJU Jabar Memanas, AMPPIBI: Kami Tak Akan Berhenti Sampai Ada Tersangka
Lewat Program Polantas Karib, Polres Nias Selatan Tanamkan Kesadaran Berkendara Sejak Dini
KPK Konfirmasi Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pekan Ini Terkait Kasus HGB Rp106,3 Miliar
Setahun Lebih Mandek, Kasus Perusakan dan Pencurian Properti Milik Asep Awaludin Masuki Babak Gelar Perkara Khusus
Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Dari Gedung MPR ke Hotel Royal Kuningan, Sekjen LPKAN Soroti Kronologi Dugaan Suap Muktamar NU

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Jaga Keselamatan Berlayar, Satpolairud Polres Nias Selatan Imbau Patuhu SOP Pelaut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Polemik Proyek PJU Jabar Memanas, AMPPIBI: Kami Tak Akan Berhenti Sampai Ada Tersangka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Lewat Program Polantas Karib, Polres Nias Selatan Tanamkan Kesadaran Berkendara Sejak Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:52 WIB

KPK Konfirmasi Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pekan Ini Terkait Kasus HGB Rp106,3 Miliar

Berita Terbaru