Sekretaris DPC GMNI Sukabumi Raya: Fragmentasi Bukan Jalan Juang Marhaenis

- Editor

Rabu, 30 Juli 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mediakarya – Kongres XXII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang digelar di Kota Bandung resmi berakhir. Namun alih-alih menjadi tonggak sejarah konsolidasi ideologis, forum ini justru mencerminkan perpecahan dan degradasi nilai dalam tubuh organisasi yang selama ini dibanggakan sebagai pilar intelektual kaum Marhaenis.

Kongres yang semestinya menjadi arena pematangan ide dan regenerasi kepemimpinan ideologis, berubah menjadi kontestasi semu yang dibalut formalitas prosedural. Manipulasi sidang, intimidasi politik, dan rekayasa pengambilan keputusan menjadi bagian dari “skenario besar” demi mengamankan kepentingan segelintir kelompok yang haus legitimasi namun miskin integritas.

Padahal, kehadiran GMNI di ruang-ruang sakral seperti Gedung Merdeka seharusnya menjadi refleksi sejarah dan kesadaran kolektif. Gedung itu bukan sekadar bangunan, melainkan simbol perlawanan—tempat Bung Karno dan para pemimpin dunia berdiri sejajar melawan penindasan global. Alih-alih merayakan semangat itu, justru terjadi penodaan nilai-nilai perjuangan.

Sekretaris DPC GMNI Sukabumi Raya, Rifky Zulhadzillah, menilai bahwa GMNI saat ini sedang menghadapi situasi yang tidak ideal, yakni fragmentasi internal yang terjadi secara nasional. Situasi ini ditandai dengan munculnya faksi-faksi kepentingan, perpecahan struktural, serta inkonsistensi gerakan yang dapat merusak semangat kolektif dan menggerus nilai-nilai utama GMNI, yakni asas perjuangan Marhaenisme.

Baca Juga:  Padukan Nilai Estetika, Wali Kota Bekasi Apresiasi Turap Bumi Bekasi Baru

“Saya, atas nama Sekretaris DPC GMNI Sukabumi Raya, memandang bahwa fragmentasi ini tidak hanya melemahkan kekuatan struktural organisasi, tetapi juga mengancam ruh perjuangan Marhaenisme yang seharusnya menjadi pemersatu seluruh kader GMNI di Indonesia,” ujar Rifky, Rabu (30/07/2025).

Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan, GMNI tidak boleh kehilangan arah akibat pertarungan ego dan ambisi individu maupun kelompok tertentu.

“GMNI bukan ruang transaksi kekuasaan, melainkan ruang pengabdian dan pendidikan ideologis untuk membentuk kader bangsa yang berpihak kepada rakyat Marhaen,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rifky menyampaikan bahwa semangat kolektif untuk bersatu harus lebih besar daripada ego faksi.

“Saya pribadi menginginkan seluruh kader kembali kepada garis ideologis, menjunjung tinggi prinsip persatuan, dan menempatkan kepentingan rakyat Marhaen sebagai orientasi utama perjuangan,” ungkapnya.

Ia pun optimistis bahwa GMNI masih memiliki cadangan moral, intelektual, dan ideologis yang kuat untuk kembali menyatu dan menjadi pelopor perubahan sosial.

“Fragmentasi hanya akan membawa kita mundur dan mengkhianati amanat sejarah perjuangan kaum Marhaenis,” pungkas Rifky. (eka)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Polemik Lelang Proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin-Winduaji Brebes Masuki Babak Baru
Perkuat Sinergitas, Wakapolres Nias Selatan Hadiri Upacara Hari Jadi TNI ke-81
Dituding Layani BBM Subsidi Dengan Jerigen, Manajer SPBU di Amandraya Malah Merespons Defensif
Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”
Pengurus PDNI Kepulauan Nias Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Teluk Dalam
NCW Endus Dugaan Kongkalikong Lelang Jalan Lingkar Waduk Penjalin, Desak KPK Masuk Brebes
Pom Bensin Di Amandraya Diduga Layani BBM Subsidi Dengan Jerigen
Lelang Jalan Lingkar Waduk Penjalin Brebes Disorot, Peserta Pertanyakan Transparansi Evaluasi

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Polemik Lelang Proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin-Winduaji Brebes Masuki Babak Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Perkuat Sinergitas, Wakapolres Nias Selatan Hadiri Upacara Hari Jadi TNI ke-81

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Dituding Layani BBM Subsidi Dengan Jerigen, Manajer SPBU di Amandraya Malah Merespons Defensif

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Pengurus PDNI Kepulauan Nias Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Teluk Dalam

Berita Terbaru

Guruh Tirta Lunggana, putra mendiang Haji Lulung, resmi bergabung dengan PDIP dan menerima KTA di DPD PDIP DKI Jakarta pada Senin (5/10/2026).

DKI

Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’

Senin, 5 Okt 2026 - 18:32 WIB