Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Idrus Marham: Ada Benang Kuning dengan Partai Golkar

- Editor

Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA,MediaKarya:  Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki benang kuning yang kuat dengan karakter kepemimpinan Partai Golkar. Hal ini disampaikannya dalam peluncuran buku Nomadologi Aktor-Aktor Politik Tanpa Ideologi dan Magnet Politik Partai Golkar yang turut mengulas dinamika kepemimpinan nasional setahun terakhir.

“Buku yang kedua itu Nomadologi Aktor-Aktor Politik Tanpa Ideologi dan Magnet Politik Partai Golkar dengan evaluasi satu tahun kepemimpinan Prabowo. Ini tantangan. Lalu saya katakan begini, itu relevansinya sangat kuat. Ya kenapa? Karena dengan adanya peluncuran buku ini dijadikan sebagai sebuah momentum untuk melihat bagaimana perjalanan kepemimpinan Prabowo satu tahun ini,” kata Idrus Marham ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (16/10).

Menurut Idrus, dalam diskusi internal yang dilakukan bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, pihaknya melihat adanya kesamaan pola antara kepemimpinan Prabowo dengan karakter partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Dalam diskusi kami dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar kemarin, Bung Bahlil Lahadalia, kami dapat menyimpulkan bahwa ada benang kuning hubungan antara pola kepemimpinan Prabowo dengan apa yang dilakukan oleh Partai Golkar. Apa itu? Bahwa paling tidak ada lima ciri karakter kepemimpinan Prabowo satu tahun ini,” ucap Idrus.

Ia menjelaskan, ciri pertama adalah pendekatan ideologis yang berakar pada falsafah bangsa. Ia menyebut, kepemimpinan Prabowo dalam menjalankan roda pemerintahan berdasarkan falsafah ideologi bangsa Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga:  Ketua Komisi I DPR: Sebut Digital Entreprenuership Peluang Wirausahawan Muda

Idrus menilai, pendekatan ideologis tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat semangat kebangsaan dan solidaritas sosial.

“Ini artinya Pak Prabowo sudah mulai kepada hal yang sangat mendasar yang memperkuat asas kebangsaan itu,” ucapnya.

Ciri kedua, lanjut Idrus, adalah pendekatan akademik dan intelektual. Menurutnya, kepemimpinan Prabowo berjalan secara demokratis.

“Artinya, demokratisasi yang dibangun itu bukan hanya prosedural, tapi substansial ada keadilan, kesetaraan, dan kebijaksanaan dalam setiap keputusan,” ujarnya.

Sementara, ciri ketiga adalah pendekatan sosiologis yang berbasis pada fakta di lapangan. Ia menegaskan, menteri pada Kabinet Merah Putih berani turun ke lapangan dalam menyelesaikan setiap permasalahan rakyat.

“Kebijakan diambil berdasarkan fakta, dan ini juga dilakukan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bung Bahlil. Ada masalah di bidang ESDM, beliau datang ke lapangan untuk melihat langsung supaya kebijakan didasarkan pada realitas,” terang Idrus.

Lebih lanjut, Idrus menjelaskan ciri lainnya, yakni eksekusi cepat dan orientasi kerakyatan. Ia mencontohkan, Bahlil Lahadalia membangun kemandirian bangsa melalui pengelolaan sumber daya alam.

Serta, ciri kelima adalah kerakyatan. Elite Partai Golkar ini menegaskan, pemerintahan Prabowo-Gibran mampu mendengarkan berbagai permasalahan rakyat yang terjadi belakangan ini. Bahkan, pemerintahan Prabowo-Gibran disebut tengah bekerja keras memenuhi kesejahteraan rakyat melalui swasembada pangan.

“Orientasi kepemimpinan Pak Prabowo adalah kerakyatan, bagaimana menyelesaikan masalah rakyat, memenuhi kebutuhan rakyat, dan memberi harapan masa depan yang lebih baik kepada rakyat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa
Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir
Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal

Berita Terbaru