Potret Buram Bekasi Keren, Sehari Usai Diresmikan Polder Griya Bintara Tak Berfungsi Maksimal

- Editor

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi banjir di Kota Bekasi (Foto: Ist)

Kondisi banjir di Kota Bekasi (Foto: Ist)

KOTA BEKASI, Mediakarya – Folder Air Griya Bintara yang baru diresmikan Rabu (21/1/2026), dinilai belum mampu mengatasi banjir di wilayah Bekasi Barat. Sehari setelah peresmian, genangan setinggi pinggang orang dewasa, masih merendam kawasan Bintara 17 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat,Kota Bekasi Jawa Barat, akibatnya membuat warga mengungsi.

Salah satu warga Bintara 17, NHA (21), mengatakan kondisi banjir terus memburuk sejak subuh hingga siang. Ketinggian air bahkan sudah mencapai lantai satu rumah warga, meski wilayah tersebut sudah diurug.

“Untuk kondisi banjir, tadi aku terakhir di Bintara 17, itu sudah mencapai pinggang di sekitar jam setengah tiga, jam duaan. Dan sekarang sudah sampai naik lantai satu,” ujar NHA saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (22/1/2026).

Dia menjelaskan, rumah-rumah di daerah Bintara 17 sebenarnya sudah diurug (ditinggikan) untuk mengantisipasi banjir. Namun, ketinggian air tetap naik hingga mencapai tangga rumah warga.

“Sedangkan rumah daerah sana kan sudah diurug semua, tapi masih tetap naik ke atas sampai ke tangga,” jelasnya.

NHA mengaku tidak mengetahui secara pasti fungsi polder yang baru diresmikan sehari sebelumnya. Yang pasti, menurutnya, tidak ada perubahan signifikan dalam mengatasi banjir karena air terus naik.

“Untuk polder kurang tahu ya, tapi memang tidak ada perubahan apa-apa, karena banjirnya tetap tinggi dan terus naik,” katanya.

Kondisi tersebut memaksa NHA dan keluarganya mengungsi ke daerah Duta Kranji. Namun, pengungsian pun tidak berjalan mulus karena wilayah tersebut juga terendam banjir meski tidak setinggi Bintara 17.

“Saat ini kami mengungsi ke daerah Duta Kranji, walaupun banjir juga tapi tidak setinggi di Bintara. Kami terpaksa bertahan di dalam mobil bak, karena air juga sudah masuk ke rumah di Duta Kranji jadi tidak bisa istirahat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gibran Terima SK Rekomendasi Bacawapres Dari Golkar

NHA menyampaikan kesulitan yang dialami warga terdampak banjir, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di rumahnya ada bayi yang memerlukan perhatian khusus, namun akses untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya sangat terbatas.

“Kita minta tolong untuk banjirnya segera ditangani karena kita mau kemana-mana cukup sulit. Kita ada anak bayi di rumah, susah buat beli makanan, buat beli bahan-bahan lainnya karena banjirnya cukup tinggi,” keluhnya.

Terakhir, ia berharap agar pemerintah setempat segera menurunkan pompa air, untuk menurunkan tinggi banjir yang melanda.

Kegagalan polder dalam mengendalikan banjir sehari setelah peresmian menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas infrastruktur tersebut. Polder yang dibangun dengan anggaran besar, seharusnya mampu menampung air hujan dan mencegah genangan, bukan justru gagal berfungsi saat dibutuhkan.

Kondisi ini semakin memperkuat kritik warga, terhadap pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Kota Bekasi yang dinilai belum optimal. Peresmian yang dilakukan dengan gegap gempita, ternyata tidak diikuti dengan kinerja nyata dalam melindungi warga dari ancaman banjir.

Banjir juga yang hampir tenggelamkan sepuruh Kota Bekasi terdiri disejumlah Wilayah Kecamatan,meski kerap mengucurkan APBD dalam upaya meminimasir atau mengurangi titik banjir, Namun perencanaan pelaksanaan kegiatan pembangunan sejumlah proyek yang tiap tahunnya hingga capai ratusan milyar dianngap kurang efektif.

Pemkot Bekasi setiap tahunnya menganggarkan pembangunan atau proyek pembangunan Folder Air,Pemeliharaan Jaringan Saluran, Drainase,Turap dan Normisasi Kali,pembuatan tanggul hingga pengadaan Pompa Alkon yang diharapakan mampu mengurangi debit ketinggiar air pada sejumlah titik rawan Banjir pada Dina Binamarga Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi. (Adt)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ketum LPKAN Apresiasi Gebrakan Kapolri Jenderal Suyudi: Agresif Berantas Narkoba dan Pelototi APBD
Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar
MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?
Warga Sekitar TPST Bantargebang Protes Sumur Artesis Rusak, Tuntut Perbaikan dan Minta Bantuan Air Bersih
DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026
Pansel Godok 4 Nama Calon Sekda Kota Bekasi, Isu Kekerabatan dengan Wali Kota Mencuat
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Ketum LPKAN Apresiasi Gebrakan Kapolri Jenderal Suyudi: Agresif Berantas Narkoba dan Pelototi APBD

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:37 WIB

MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Warga Sekitar TPST Bantargebang Protes Sumur Artesis Rusak, Tuntut Perbaikan dan Minta Bantuan Air Bersih

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:05 WIB

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Berita Terbaru