KOTA BEKASI, Mediakarya – Cabang olahraga Savate Kota Bekasi menggelar Penataran, Pelatihan juri dan wasit cabang olahraga Savate. Kegiatan ini menjelang pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 1 Savate yang akan digelar pada 25 Januari esok.
Nampak hadir Ketua Umum Pusat Savate Indonesia dan Ketua Umum Pengprov Savate Jawa Barat Jujuk Wahjudiana. Materi Penataran dan Pelatihan di isi oleh Pengurus Provinsi Savate Jawa Barat.
“Sekarang kan Penataran wasit dan pelatih. Kenapa saya tanamkan adalah pelatih dulu, yaitu untuk mengetahui tentang peraturan di Savate itu sendiri, dalam rangka mengembangkan beladiri Savate ini di Jawa Barat,” ujar ketua Umum Pengprov Savate Jawa Barat, Jujuk Wahjudiana kepada media pada Sabtu (24/01/26).
Sebagai cabang olahraga baru di Jawa Barat khususnya, beladiri Savate mulai dilirik berbagai kalangan. Hingga saat ini sudah ada 13 Kota/kabupaten yang telah bergabung di Savate Jawa Barat.
“Yang siap masuk bergabung sudah ada 3 lagi yang akan bergabung di Savate Jawa Barat. Jadi yang sekarang itu yang kemarin ikut penerimaan Savate jabar itu baru 13 kota kabupaten,” katanya.
Lebih lanjut ia juga meminta para wasit dan juri pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 1 Savate dapat menjaga netralitas saat menjalankan tugasnya.
Peran wasit pada sebuah pertandingan merupakan garda terdepan untuk menjaga para atlit yang sedang bertanding dari kemungkinan buruk.
“Sedangkan juri itu sendiri sebagai penilai sesuai dengan objektivitas masuk tidaknya pukulan karena di Savate ada dua katagori yang sekarang dilombakan yaitu Assault dan Combat,” katanya.
Pada katagori Assault, yang dinilai adalah keindahan gerakan kelincahan, jadi bukan tenaga atau power tapi indahnya gerakan.
“Untuk materi sekarang intinya adalah untuk tahu dulu katagori Assault dan katagori Combat, karena kebanyakan ikut sekarang adalah dari berbagai macam praktisi beladiri,” tukasnya.
“Savate itu sudah diakui jadi banyak praktisi beladiri yang ingin bergabung jadi sekarang itu jadi berbagai praktisi, maka kita satukan persepsi,” tambahnya.
Jujuk mentargetkan cabang olahraga beladiri Savate nantinya dapat ikut berpartisipasi dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2030 mendatang.
Savate Kota Bekasi resmi bernaung di bawah Camp Dragon melengkapi cabang olahraga beladiri lainnya yang bernaung di bawah Camp Dragon.
Kegiatan itu juga dilanjutkan dengan timbang badan dan cek kesehatan para atlit Savate yang akan mengikuti pertandingan.
Sejarah Singkat Beladiri Savate
Savate merupakan seni bela diri asal Prancis yang menggabungkan teknik tinju ala Barat dengan tendangan kaki yang presisi atau dikenal juga sebagai Boxe Française.
Uniknya, beladiri Savate ini memperbolehkan praktisinya mengenakan sepatu, dengan nama aslinya yaitu “sepatu tua” yang merujuk pada alas kaki berat yang dipakai pelaut Prancis saat olahraga ini muncul di awal abad ke-19.
Di Indonesia, beladiri ini masih tergolong baru, namun demikian KONI Kota Bekasi berkomitmen bahwa cabang olahraga beladiri Savate ini akan eksis di Kota Bekasi. (Mme)




