SUKABUMI, Mediakarya – Setahun pascabencana pergeseran tanah yang melanda Desa Lembursawah, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, warga terdampak masih hidup dalam ketidakpastian. Rumah yang dahulu menjadi tempat berlindung kini hanya menyisakan puing, sementara sebagian warga bertahan menumpang di rumah kerabat atau tinggal di hunian sementara yang jauh dari kata layak.
Rasa takut, tekanan ekonomi, serta kekhawatiran akan masa depan anak-anak terus menghantui kehidupan mereka. Bagi warga, relokasi bukan sekadar persoalan tempat tinggal, melainkan hak dasar untuk hidup aman dan bermartabat.
Namun hingga kini, kepastian relokasi belum juga terealisasi. Harapan untuk mendapatkan hunian yang aman masih belum menemukan kejelasan.
Ketua Forum Masyarakat Desa Lembursawah, Randi Firmansyah, SH, mengatakan selama satu tahun terakhir warga bertahan dalam kondisi serba terbatas.
“Selama satu tahun ini warga hidup berpindah-pindah, menumpang di rumah kerabat, atau tinggal di tempat sementara yang jauh dari layak. Masyarakat merasa terabaikan karena belum ada kejelasan pasti terkait rencana relokasi dari pihak terkait,” ujar Randi, Kamis (12/2/2026).




