Kecewa Pada Ketua DPD, Ratusan Kader Golkar Jabar Bakal ‘Bedol Desa’ ke PSI

- Editor

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lambang Partai Golkar (Foto: Ilustrasi)

Lambang Partai Golkar (Foto: Ilustrasi)

BANDUNG, Mediakarya – Ratusan kader muda dan sejumlah tokoh senior Partai Golkar Jawa Barat dikabarkan bakal berpindah ke Partai Solideritas Indonesia (PSI).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Mediakarya.id, bahwa rencana “bedol desa” kader partai berlambang pohon beringin ke partai yang digawangi Kaesang Pengarep itu dipicu adanya konflik internal.

Mereka memprotes atas kebijakan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin lantaran mengangkat sejumlah pengurus DPD Golkar Jawa Barat tidak berdasarkan rekam jejak pengabdian, kontribusi nyata terhadap partai.

Pakar komunikasi politik Dr Adi Suparto menilai pengangkatan pengurus kade Partai Golkar seharusnya didasarkan pada pedoman yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Menurutnya, selain loyalitas dan senioritas, prinsip meritokrasi, pengangkatan pengurus DPD harus mempertimbangkan rekam jejak serta pemahaman manajerial untuk menjalankan program-program partai.

“Kebijakan Ketua DPD Jabar hanya mengakomodasi satu kelompok, mengabaikan yang lain hingga memicu perpindahan anggota ke partai lain  justru menjadi tanda ketidakmatangan seorang pemimpin,” ujar Adi saat dihubungi Mediakarya, Sabtu (4/7/2026).

Dia menilai, bahwa seorang pemimpin yang bijak itu memandang organisasi sebagai kesatuan utuh, bukan milik kelompok atau lingkaran dekat saja.

“Ketua DPD Golkar tingkat provinsi  seharunya mempu mengelola keragaman aliran/gerbong sebagai kekuatan, bukan ancaman,” tegas Adi.

Mengapa perilaku Ketua DPD Gollkar jabar dalam kasus ini menunjukkan ketidakmatangan? Sebab Ketua DPD menganggap hanya kelompok sendiri yang sah atau berhak berperan.

Baca Juga:  Sosok Irjen Pol (Pur) Umar Septono Harus jadi Contoh Anggota Polri

“Seperti, mengubah struktur organisasi jadi lingkaran tertutup. Mengubah keanggotaan jadi pembagian “kita vs mereka”. Jika demikian maka Golkar Jawa Barat terancam ditinggalkan oleh pendukungnya,” ujar katanya.

Padahal setiap pemimpin, utamanya bagi ketua partai dituntut memiliki kemampuan mengakomodasi kepentingan lintas faksi demi menjaga soliditas internal dan efektivitas mesin partai.

“Mengingat Golkar memiliki sejarah panjang dengan dinamika faksionalisme yang kuat, kepemimpinan yang inklusif sangat krusial dalam meredam potensi konflik,” jelasnya.

Perolehan Suara Golkar Terancam Terjun Bebas

Seharusnya Ketua DPD mampu merangkul berbagai kelompok atau pendukung dari kandidat yang sebelumnya bersaing. Selain itu, memastikan seluruh elemen partai bekerja secara harmonis untuk memenangi agenda politik daerah maupun nasional.

“Jika kepengurusan DPD Golkar diisi oleh orang yang tidak memiliki kompetensi, kapasitas dan kapabilitas sesuai tuntutan syarat kepemimpinan kekinian, maka jangan heran jika di Pemilu 2029 mendatang akan mengalami penurunan suara,” kata Adi.

Dia mendorong kepengurusan DPD Golkar harus memberikan ruang representasi yang proporsional bagi berbagai faksi dalam struktur kepengurusan.

“Jika pola rekruitmen kepengurusannya saja sudah ada konflik, jangan harap Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat dapat mewujudkan komitmennya untuk mempertahankan dan menambah perolehan kursi Golkar di Jabar pada Pemilu 2029,” tutupnya. (Spr)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto
Buntut Temuan Hunian Mewah di Lapas, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Pegawai
Islah Bahrawi Soroti Dugaan Money Politics di Muktamar NU dan Peran AHWA
Prof Siti Zuhro Usul Sekda Jadi Pj Kepala Daerah Jelang Pemilu Lokal 2031
GNK Apresiasi Kapolri Suyudi Kedepankan Integritas, Ingatkan Bahaya Oknum Jual Nama Kapolri Berjubah Agama
Pendapat Para Pakar Jelang Putusan MK Tentang Syarat Pendidikan Calon Pemimpin Neggara

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:24 WIB

PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Buntut Temuan Hunian Mewah di Lapas, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Pegawai

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Islah Bahrawi Soroti Dugaan Money Politics di Muktamar NU dan Peran AHWA

Berita Terbaru