Simulator Mistral Atlas, Inovasi Prajurit Arhanud TNI AD untuk Perkuat Kesiapan Tempur

- Editor

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – TNI Angkatan Darat (TNI AD) memperkuat kesiapan satuan dan kemampuan prajurit menghadapi perkembangan tantangan strategis melalui Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI AD 2026 yang digelar di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan diikuti para Komandan Satuan jajaran TNI AD dari berbagai wilayah Indonesia. Komandan Batalyon Arhanud 10/ABC turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Apel Dansat menjadi forum untuk menyamakan visi dan pemahaman jajaran komandan satuan terhadap kebijakan pimpinan TNI AD. Forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional satuan agar mampu menghadapi dinamika tugas yang terus berkembang.

“Kesiapan operasional dan profesionalisme prajurit adalah kunci utama keberhasilan pelaksanaan tugas,” ujar Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Selain agenda konsolidasi, Apel Dansat 2026 juga menampilkan sejumlah materiil dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan TNI AD. Salah satunya adalah Prototipe Simulator Mistral Atlas hasil pengembangan personel Yonarhanud 10/ABC bersama Litbang Balakpus AD di bawah pembinaan Pussenarhanud.

Prototipe Simulator Mistral Atlas ditampilkan dalam display materiil di hadapan pimpinan TNI AD. Perangkat tersebut dikembangkan sebagai sarana pendukung latihan bagi prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).

Penggunaan simulator diharapkan dapat membantu proses latihan dengan memberikan sarana pembelajaran dan pengujian kemampuan personel dalam mengoperasikan sistem persenjataan. Pengembangan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan prajurit melalui pemanfaatan teknologi.

Baca Juga:  Komisi III: Keadilan Restoratif Jangan Jadi Ladang Pemerasan

Bagi Yonarhanud 10/ABC, keterlibatan dalam pengembangan simulator menunjukkan adanya upaya untuk mengembangkan solusi teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan latihan satuan.

Kolaborasi antara personel satuan dengan unsur penelitian dan pengembangan TNI AD juga menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Pengetahuan dan pengalaman prajurit di lapangan dapat menjadi masukan dalam pengembangan perangkat latihan agar lebih sesuai dengan kebutuhan operasional.

Pengembangan teknologi simulasi menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan prajurit untuk menguasai sistem pertahanan yang semakin kompleks. Melalui simulasi, kemampuan personel dapat dilatih secara lebih terukur sebelum diterapkan dalam situasi operasional.

Kehadiran Prototipe Simulator Mistral Atlas dalam Apel Dansat 2026 sekaligus memperlihatkan arah pengembangan kemampuan Arhanud yang tidak hanya berfokus pada kesiapan personel, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses pembinaan dan latihan.

TNI AD sendiri terus mendorong prajurit agar memiliki kemampuan yang profesional, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertahanan.

Penguatan sumber daya manusia yang dibarengi dengan pengembangan teknologi diharapkan dapat mendukung kesiapan satuan dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. (eng)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

NCW Bongkar 4 Modus Sunat Dana KIP-Kuliah: Tahan ATM Mahasiswa hingga Jual-Beli Kuota Jutaan Rupiah
Pakar Komunikasi Sebut Aksi Mahasiswa di Dua Tahun Prabowo-Gibran Bukan Penolakan, Tapi Peta Jalan Pemerintahan
PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP
Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan
Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator
Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat
Dua Tahun Prabowo-Gibran, BEM Nusantara DKI Jakarta Desak Evaluasi Total: Jangan Cuma Bangun Narasi Keberhasilan
Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:13 WIB

NCW Bongkar 4 Modus Sunat Dana KIP-Kuliah: Tahan ATM Mahasiswa hingga Jual-Beli Kuota Jutaan Rupiah

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:15 WIB

PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat

Berita Terbaru

Opini

Di Bawah Payung Ortodoksi Ekonomi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:03 WIB