Wagub Rano Karno Optimis Program Pembiayaan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Pedagang Pasar

- Editor

Selasa, 1 September 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub DKI Jakarta Rano Karno optimistis pembiayaan Bank Jakarta memperkuat modal pedagang Pasar Kramat Jati dan mendorong UMKM naik kelas.

Wagub DKI Jakarta Rano Karno optimistis pembiayaan Bank Jakarta memperkuat modal pedagang Pasar Kramat Jati dan mendorong UMKM naik kelas.

JAKARTA, Mediakarya – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menghadiri dan menyaksikan penandatanganan Akad Kredit Massal Bank Jakarta bagi 100 orang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.

Pembiayaan menggunakan program kredit usaha rakyat (KUR) dan Non-KUR bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.

“Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujar Rano (1/9).

Lalu Rano optimistis dukungan dana permodalan ini akan meningkatkatkan kapasitas para pelaku UMKM di Pasar Induk Kramat Jati, sehingga nantinya mereka bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf kesejahteraan. Karena itu, Ia sangat mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang dinialinya konkret mendukung UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Dijelaskan Rano, selain 100 orang yang melakukan akad kredit massal hari ini, dari total lebih 5.000 pelaku usaha yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta telah menyalurkan program pembiayaan bagi 167 pedagang dengan besaran nominal mencapai sekitar Rp 48 miliar.

Ia berharap, kegiatan akad kredit massal yang dilaksanakan ini bakal menarik minat lebih banyak pedagang di Pasar Kramat Jati untuk mengikuti program pembiayaan bagi UMKM dari Bank Jakarta.

Meski demikian, Rano mengingatkan akses pembiayaan formal juga harus diikuti dengan literasi keuangan. Upaya ini ditegaskan Rano penting agar pelaku UMKM mampu menerapkan manajemen keungan yang sehat sehingga usahanya bisa terus berkembang.

Baca Juga:  Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Perluas Akses Transaksi Global dan Percepat Transformasi Perbankan Daerah

“Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo mengatakan, program tersebut bukan sekadar kegiatan penyaluran kredit, tetapi merupakan bagian dari upaya Bank Jakarta membangun akses keuangan yang semakin luas bagi pelaku usaha mikro agar dapat berkembang dan naik kelas.

Kepada pedagang, Agus mengaku memberikan dukungan permodalan melalui program KUR mauoun non KUR.

“Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang,” katanya.

Dijelaskan Agus, bagi pedagang yang ingin mengakses permodalan pihaknya menyiapkan program pembiayaan melalui KUR ataupun Non KUR. Bagi program KUR, Agus menjelaksan tidak memerlukan jaminan dengan plafon pinjaman hinga Rp 100 juta.

Sedangkan bagi program Non KUR, pedagang bisa menjadikan lapak dagangannya menjadi jaminan. Bagi pedagang yang mengakses program Non KUR bisa mendapat plafon pinjaman hingga Rp 500 juta dengan bunga sekitar 10 persen pertahun.

“Bagi Bank Jakarta, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kredit yang disalurkan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas,” tandasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketua BPKN RI: Kelangkaan BBM Tak Boleh Bebani Konsumen, Pemerintah Harus Pastikan Distribusi Lancar
Guntur Romli: Jumat Hitam, IHSG Ambruk 11,57%, Indonesia Terancam Turun Kasta Selevel Zimbabwe
Kadin Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang, Perkuat Rantai Pasok dan Stabilitas Harga Sembako
Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang
Komisi V DPR Ingatkan Perpres Ojol Jangan Hanya di Atas Kertas
F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry
BPKN RI Dukung Total Wajib Halal, Minta Pedagang Kaki Lima Diberi Keringanan
Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Ketua BPKN RI: Kelangkaan BBM Tak Boleh Bebani Konsumen, Pemerintah Harus Pastikan Distribusi Lancar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kadin Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang, Perkuat Rantai Pasok dan Stabilitas Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Komisi V DPR Ingatkan Perpres Ojol Jangan Hanya di Atas Kertas

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry

Berita Terbaru

Plt Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ahmad Taufik Husein (ist)

Hukum

KPK Buka Suara Soal Wacana Jemput Paksa Nusron Wahid

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:22 WIB