Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar

- Editor

Minggu, 27 September 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan dalam konferensi pers, Sabtu (26/9/2026).

Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan dalam konferensi pers, Sabtu (26/9/2026).

JAKARTA, Mediakarya – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tak lagi mengelak bahwa temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong adalah benar adanya.

Langkah tegas diambil dengan menonaktifkan lima pejabat struktural yang diduga paling bertanggung jawab. Mereka adalah Kalapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), serta Kepala Urusan Umum.

“Kami menonaktifkan lima pejabat struktural yang diduga bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan oleh Ombudsman,” tegas Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan dalam konferensi pers, Sabtu (26/9/2026).

Penonaktifan ini dinilai menguatkan dugaan publik bahwa memang ada kamar khusus yang diperuntukkan bagi warga binaan tertentu yang mampu membayar.

Skandal ini mencuat setelah Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu 23 September 2026 dan menemukan area khusus berfasilitas mewah terpisah dari blok hunian biasa.

Baca Juga:  Diskusi Publik TPN Ganjar Mahfud Soal Mundurnya Keberlangsungan Lingkungan Hidup: Korupsi Penyebab Utamanya

Diduga kuat, kamar-kamar eksklusif tersebut disewakan kepada warga binaan tertentu.

Temuan Ombudsman bukan sekadar kamar tidur. Tim menemukan lebih dari 10 kamar atau bangunan bergaya vila mini di area belakang lapas yang dilengkapi ruang tamu, kamar tidur, dapur lengkap, televisi, kulkas, hingga AC.

Bahkan, di area tersebut juga ditemukan fasilitas kebugaran atau gym yang sedang dibangun, simulator golf, serta minuman beralkohol di dalam kulkas. 2a27

Rudi memastikan penonaktifan dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan internal. Kementerian akan mengakomodasi dan menindaklanjuti seluruh temuan Ombudsman.

Objek pemeriksaan mencakup dugaan hunian mewah mirip homestay, keberadaan miras, simulator golf, hingga barang pribadi lainnya.

“Akan kami lakukan pemeriksaan, bagaimana peristiwa atau kondisi yang terjadi sampai ditemukan dan sampai hari ini,” ujarnya. (Edr)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Bertemu Pakar di Istana, Adi Suparto Sebut Prabowo Tunjukkan Kelas Negarawan
IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda
Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta
Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP
Pangdam Jaya/Jayakarta Bersama Insan Media, Jaga Jakarta, Jaga Indonesia
DPP Golkar Dinilai Kebobolan, Jabatan Strategis Diisi Mantan Residivis Korupsi
Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:36 WIB

Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar

Sabtu, 26 September 2026 - 17:24 WIB

IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 08:45 WIB

Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia

Sabtu, 26 September 2026 - 08:10 WIB

Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta

Sabtu, 26 September 2026 - 08:03 WIB

Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP

Berita Terbaru