Tanpa Jokowi Mustahil Jadi Ketum Golkar, Tapi Saat Ijazah Gibran Disoal Bahlil Bungkam

- Editor

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia saat diwawancarai sejumlah awak media. (Ist)

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia saat diwawancarai sejumlah awak media. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Polemik mengenai dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memicu respons politik pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara tersebut.

Publik kini mempertanyakan sikap bungkam sejumlah ketua umum partai koalisi pendukung pemerintah Prabowo-Gibran dalam menyikapi isu keabsahan ijazah tersebut.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) yang juga mantan relawan Jokowi, Syakur Ali Mahdi Alhamid, menyayangkan diamnya sejumlah petinggi partai, khususnya Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Menurut Syakur, kedua figur tersebut pernah mendapatkan privilege politik dari Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), namun saat kasus ijazah Gibran dipersoalkan, keduanya memilih tidak banyak bicara.

“Dalam menghadapi proses persidangan dan gugatan terkait keabsahan ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi, Bahlil Lahadalia beserta beberapa petinggi partai koalisi lainnya cenderung memilih untuk tidak banyak bicara,” ujar Syakur saat dihubungi Mediakarya, Ahad (11/10/2026).

Dinilai Cari Aman

Syakur menilai, sikap bungkam partai koalisi merupakan langkah cari aman agar tidak terseret dalam isu sensitif yang menyangkut internal keluarga Jokowi, sekaligus menjaga agar partainya tidak ditinggalkan pendukung.

Ia bahkan menyebut Bahlil sebagai sosok yang tidak tahu berterima kasih. Mengingat, rekam jejak karier politiknya sebelum menduduki puncak kepemimpinan Golkar bukan siapa-siapa.

Baca Juga:  Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud

“Tanpa Jokowi, Bahlil sangat mustahil menduduki kursi Ketum Golkar. Dengan terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum menggantikan Airlangga Hartarto, Bahlil mendapat karpet merah dari lingkaran kekuasaan Jokowi untuk mempermudah jalannya memimpin partai berlogo pohon beringin tersebut. Namun dalam kasus Gibran, Bahlil memilih diam,” tegasnya.

Syakur mengingatkan, sebelumnya Bahlil pernah memuji figur Jokowi dengan istilah “Raja Jawa” dalam pidato visi misi di Munas XI Partai Golkar pada Agustus 2024. Saat itu Bahlil mengingatkan kader agar tidak bermain-main dengan “Raja Jawa” jika tidak ingin celaka, pernyataan yang memicu tafsir dan kritik.

Menurut Syakur, sikap irit bicara para ketum koalisi adalah bentuk kehati-hatian agar partai tidak terseret pusaran opini negatif publik yang dapat menurunkan citra partai.

Putusan MK

Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi dalam putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 menyatakan tidak menerima gugatan tersebut karena pemohon tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing).

Meskipun dalam pertimbangannya MK menyebutkan tidak menemukan bukti dokumen penyetaraan ijazah luar negeri Gibran yang setara SMA, MK menegaskan tidak memiliki wewenang untuk mendiskualifikasi Gibran yang jabatannya telah bersifat final pasca Pemilu 2024. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Agus Wahid: Bahlil Bukan Figur Arus Bawah, Golkar Terancam Kehilangan Marwah dan Elektoral
Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan
Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan
Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa
Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Tanpa Jokowi Mustahil Jadi Ketum Golkar, Tapi Saat Ijazah Gibran Disoal Bahlil Bungkam

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Berita Terbaru

Sidang gugatan ijazah Gibran (Foto: Istimewa)

Opini

Nurani di Ujung Jabatan

Minggu, 11 Okt 2026 - 06:36 WIB