JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif Institute for Public Policy Strategic (IPPS) Indonesia, Yusuf Blegur, memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas langkah agresifnya dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.
Yusuf menilai, ketegasan Suyudi saat ini jauh lebih progresif dibandingkan ketika ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Di sini justru muncul persepsi publik, jangan-jangan Suyudi saat itu tidak seagresif sekarang lantaran peredaran narkoba di Indonesia banyak dibekingi elit tertentu, sehingga beliau lebih menahan diri,” ujar Yusuf kepada Mediakarya, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Yusuf, saat ini Suyudi memiliki tongkat komando penuh sebagai Kapolri untuk mengendalikan institusi Polri.
Dengan kewenangan tersebut, setiap kebijakan tegas dalam pemberantasan narkoba dapat dijalankan tanpa intervensi pihak manapun.
Sementara ketika masih memimpin BNN, ruang geraknya diduga masih terbatas akibat kuatnya bekingan elit terhadap jaringan narkoba.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Kapolri, dan tentunya rakyat sangat mendukung. Sebab peredaran narkoba bukan hanya sebagai ancaman masa depan generasi muda, namun juga menjadi ancaman bagi negara,” kata Yusuf.
Yusuf menyamakan ketegasan Suyudi dalam memberantas narkoba dengan ketegasan Kapolri Jenderal (Purn) Sutanto saat memberantas perjudian di era sebelumnya.
“Dua Kapolri ini sangat dibanggakan oleh rakyat. Selain egaliter, mereka juga tidak segan untuk menindak anggotanya yang melanggar,” pungkas Yusuf. (Pri)









