JAKARTA, Mediakarya – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) disemprot keras terkait gaya kepemimpinan yang dinilai hanya pencitraan pro rakyat.
Kritik pedas itu dilontarkan Direktur Eksekutif Institute for Public Policy Strategic (IPPS) Yusuf Blegur, menanggapi viralnya video kemarahan KDM terhadap warga Ciamis yang mengeluhkan kerusakan jalan.
Padahal, kata Yusuf, KDM selama ini getol mencitrakan diri sebagai kepala daerah yang pro rakyat, kerap melakukan kebijakan taktis terkait pembangunan infrastruktur dan mengaku siap menampung keluhan warga.
“Namun ada pemandangan yang sangat menyolok ketika kunjungan ke Ciamis. Saat warga mengeluhkan soal kerusakan jalan, justru KDM meresponnya kurang bijak. KDM menunjukkan kemarahan terhadap warga,” ujar Yusuf, Ahad (18/10/2026).
Menurutnya, pernyataan KDM bertolak belakang dengan ucapan sebelumnya yang mengaku siap menampung aspirasi rakyat.
Yusuf menilai, KDM tengah mengadopsi gaya kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Dia mengungkapkan, di awal pemerintahannya menjadi Gubernur DKI, Jokowi kerap blusukan dan masuk gorong-gorong.
“Namun setelah pencitraannya berakhir, dan di saat rakyat mengeluhkan terkait dengan kondisi infrastruktur, Jokowi malah melempar tanggung jawabnya ke pejabat daerah,” sindir Yusuf.
Pola yang sama, kata Yusuf, kini ditiru persis oleh KDM. Di awal pemerintahan sibuk mencitrakan diri seolah pemimpin peduli.
Setelah mendapat persepsi positif dari publik, giliran ada rakyat yang mengeluh soal jalan rusak, KDM malah melempar tanggung jawab bahwa rusaknya jalan daerah bukan tanggung jawab gubernur.
“Jika itu bukan tanggung jawab dia sebagai gubernur kenapa terus mencari pencitraan. Masyarakat lama-lama muak dengan gayanya,” tegas Yusuf
Ia juga mempertanyakan hobi KDM yang kerap melakukan kunjungan ke luar Jawa Barat untuk kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan rakyat Jabar.
“Kita ini bukan berada di ruang hampa, justru kita sudah masuk era teknologi digital. Setiap aktivitas ada rekam jejaknya di medsos. Jadi KDM jangan mengulangi kesalahan yang sama seperti Jokowi,” tegasnya. (Pri)








