JAKARTA, Mediakarya – Pengamat dan aktivis media sosial Islah Bahrawi melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menuduh adanya operasi intelijen untuk mendiskreditkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Komentar pedas tersebut disampaikan Islah melalui akun X pribadinya, Minggu (18/10/2026).
Islah menilai tudingan Jokowi tersebut sebagai kebiasaan lama untuk menutupi kesalahannya sendiri.
“Jokowi menuduh ada operasi intelijen untuk mendiskreditkan Gibran. Kebiasaan lama menuding orang lain untuk menutupi kejahatannya sendiri,” tulis Islah dikutip redaksi, Senin (19/10/2026).
Menurut Islah, kejahatan yang dimaksud adalah manuver politik Jokowi yang membuntungi konstitusi demi meloloskan Gibran sebagai Wakil Presiden.
“Ketika membuntungi konstitusi melalui pat gulipat putusan MK dan KPU demi meloloskan Gibran jadi Wapres,” tegas Islah.
Islah menyebut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menjadi pintu masuk Gibran di Pilpres 2024 merupakan bentuk pembangkangan terhadap konstitusi.
Pernyataan Islah tersebut sontak memicu reaksi luas di media sosial X. Banyak warganet menilai komentar Islah sebagai tamparan balik atas tudingan Jokowi yang menyebut ada agenda besar di balik polemik ijazah Gibran. (Adt)








