KH Yahya Cholil Staquf  Kian Berpeluang Jadi Ketum PBNU

- Editor

Selasa, 23 November 2021 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Yahya Cholil Staquf

KH Yahya Cholil Staquf

JAKARTA, Mediakarya – Langkah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqiel Siradj untuk kembali maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-34 NU sepertinya semakin berat.

Hal tersebut terkait dengan banyaknya PWNU yang berbalik mendukung calon lain yang dinilai memiliki peluang besar dalam membesarkan organisasi islam tersesar di Indonesia tersebut.

Salah satu calon Ketua Umum PBNU yang santer dibicarakan di kalangan pondok pesantren adalah KH Yahya Cholil Staquf yang saat ini menjabat sebagai  Katib Aam PBNU.

Dukungan itu kembali muncul dari pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se- Provinsi Bali memastikan solid mendukung KH Yahya Cholil Staquf sebagai calon ketua umum PBNU pada Muktamar Ke-34 NU.

“Kami seluruh Ketua PCNU se-Bali dan Ketua PWNU Provinsi Bali sudah bulat mendukung Gus Yahya (KH Yahya Cholil Staquf),” kata Ketua PCNU Kabupaten Gianyar Sukisno Suwandi dikutip dari siaran pers di Jakarta, Selasa.

Para Ketua PCNU se-Bali berkumpul di Gianyar, Senin (22/11/2021), untuk menegaskan kembali dukungan mereka kepada Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf, karena beredar kabar Bali mendukung calon petahana KH Said Aqil Siroj.

Baca Juga:  Ketum PBNU Sebut Iran Berhak Membela Diri Atas Agresi Israel

“Kami sudah mendukung Gus Yahya sejak sebulan lalu, tapi kemarin ada berita hoaks. Jadi, kami luruskan bahwa kami solid mendukung Gus Yahya, bukan yang lainnya,” ucap Sukisno menegaskan.

Menurut dia, Ketua PCNU se-Bali menilai sosok Gus Yahya layak memimpin PBNU. Jaringan internasional serta kemampuan Gus Yahya sangat diperlukan untuk membesarkan NU.

Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU se-Bali juga mendesak PBNU menjalankan perintah Rois Aam PBNU untuk mempercepat pelaksanaan muktamar NU.

“Muktamar NU harus dipercepat karena panitia sudah siap dan mayoritas pengurus NU se-Indonesia juga menginginkan segera regenerasi kepengurusan di tingkat PBNU,” ujar Sukisno.

Melansir laman Antara, menyusul rencana pemerintah untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, Muktamar Ke-34 NU yang sedianya dilaksanakan pada 23-25 Desember di Provinsi Lampung akan dijadwal ulang.

PBNU hingga saat ini belum memutuskan apakah waktu pelaksanaan muktamar dimajukan atau dimundurkan dari jadwal semula.

Terdapat dua aspirasi terkait penjadwalan ulang waktu pelaksanaan Muktamar Ke-34 NU. Satu pihak menginginkan dimajukan sepekan dari jadwal semula, sedangkan pihak yang lain menginginkan muktamar ditunda hingga awal tahun depan. (dji)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS
Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat

Berita Terbaru